Pemasaran Beras Jaseng di Kalangan ASN Baru 10 Persen

Ilustrasi

Serang, Liputanbanten.co.id – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang mengklaim sampai saat ini baru sekitar 10 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang membeli beras jaseng. Hal itu dikarenakan belum semua orang tahu terhadap beras baru tersebut.

Kepala Distan Kabupaten Serang, Dadang Hermawan mengatakan, untuk tahap awal ini pemasaran beras Jaseng memang sedang di evaluasi. Selama dua bulan berjalan pasokan beras yang terjual baru sekitar 10 ton rata ratanya.

“Sekarang kita evaluasi lagi, tapi itu belum semua pegawai negeri masuk. Kita lihat dari sisi penyaluran maupun respon ASN dan juga produk yang dihasilkan itu. Kita masih kecil baru sekitar 10 ton, jadi paling 10 persenena (Konsumsi ASN). Kita kan berproses,” ujarnya.

Ia mengatakan, kendala utama yang dihadapi dalam pemasaran beras asli Serang tersebut karena perkara barunya. Sehingga belum banyak masyarakat yang mengenalnya.

Kemudian, pada umumnya ASN juga memiliki beras, hanya saja pihaknya menganjurkan agar pasokan beras yang dikonsumsinya dari Kabupaten Serang. “Jadi insyallah nanti akan lebih baik lagi,” katanya.

Namun kedepan, kata dia pihaknya akan mencoba untuk berkomunikasi dengan industry di wilayah Serang Timur. Sebab jika dilihat dari sisi petani mereka sudah siap untuk memasok beras tersebut.

“Cuma kan kita bertahap, pertama ke ASN nanti juga ada kerjasama dengan industry. Terus kemarin juga dari perusahaan Jakarta ada datang. Karena selama ini perusahaan di Jakarta mengambil beras dari Jawa Timur, nah kenapa jauh jauh padahal kita sanggup bersaing baik dari sisi kualitas dan harga,” tuturnya. (Lb/Yna).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here