Hari HAM Sedunia, Mahasiswa Menggelar Aksi

Puluhan mahasiswa saat menggelar aksi di Jalan Jenderal sudirman, Ciceri, Kota Serang, Selasa (10/12/2019).@Foto:Abdul/Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Pulahan masa aksi yang tergabung dalam beberapa organisasi mahasiswa menggelar aksi refleksi hari Hak Asasi Manusia (HAM) se dunia di lampu merah Ciceri, Kota Serang, Selasa (10/12/2019).

Organisasi yang terlibat dalam aksi tersebut dianatarnya. Sekolah Mahasiswa Progresif (Sempro), Serikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT), Mahasiswa Pinggiran (Maping), Serikat Gerakan Mahasiswa Indonesia (SMGI) dan Satuan Pelajar Siswa dan Mahasiswa (Sapma).

Koordinator Lapangan (Korlap) Satria mengatakan, HAM rakay Indonesia kian tahun terus dikebiri dan rampai oleh pemerintah Republik Indonesia (RI). Hal itu terbukti dengan dicabutnya berbagai subsidi mulai dari BBM dan BPJS Kesehatan.

Selain itu, Rakyat Indonesia tidak ada habis-habisnya diterpa kebijakan yang menyengsarakan dengan pembuatan undang-undang anti rakyat dan demokrasi, rakyat Indonesia di kemudian hari akan dihadapkan pada pukulan pencabutan subsidi sosial dua kali lipat oleh Presiden Jokowi.

“Jokowi telah mengesahkan peraturan bagi kenaikan iuran BPJS Kesehatan 100 persen di semua kelas yang akan berlaku pada bulan Januari. Serta kenaikan¬† tarif daftar listrik akan semakin memukul kondisi rakyat Indonesia ketika hari ini kemiskinan yang terjadi belum teratasi,” kata Satria saat ditemui dilokasi.

Menurutnya, dengan ditariknya subsidi yang bersentuhan dengan rakyat maka. Ketimpangan  akan membebani kehidupan rakyat Indonesia. Disisi lain negara sebagai pelayan rakyat melepas tanggung jawabnya untuk pemenuhan hak-hak sosial rakyat indonesia.

“Pemerintah RI hanya peduli investor besar beserta oligarki yang korup dan di beri karpet merah untuk mengeksploitasi kekayaan alam dan menghisap tenaga kelas pekerja Indonesia. Sementara rakyatnya ditelantarkan,” pungkasnya.

Maka atas dasar itu, dimomentum refleksi hari HAM sedunia pihaknya menyerukan perlawanan terhadap negara yang saat ini telah mengkebiri hak-hak rakyat Indonesia.

“Dalam momentum hari ini dunia kami sangat tegas menuntut tolak pasal karet yang akan mendiskriminasikan rakyat miskin dan penegakan Demokrasi dalam rancangan KUHP. Tolak kenaikan BPJS Kesehatan 100% tolak kenaikan tarif dasar listrik dan berikan jaminan sosial sepenuhnya bagi rakyat,” tegasnya.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here