Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Kota Serang Meningkat

Ilustrasi

Serang, Liputanbanten.co.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang mencatat bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Serang mengalami peningkatan dari tahun 2018-2019.

Kepala DP3AKB Kota Serang Toyalis mengatakan, berdasarkan hasil laporan yang diterima pihaknya. Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Serang mengalami peningkatan sebanyak 9 kasus dari tahun sebelumnya.

“Ada peningkatan angka kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Kota serang. sebelumnya 34 sekarang di tahun 2019 mencapai angka 43 kasus,” kata Toyalis saat ditemui disalah satu hotel di Kota Serang, Selasa (10/12/2019).

Dari jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak yang diterima oleh pihaknya mayoritas menyasar anak-anak yang belum memasuki jenjang pendidikan formal. “Korbanya anak sekolah, anak yang belum sekolah yang rata-rata danĀ  umurnya dibawah 18 tahun,” ujarnya.

Ironisnya, para predator anak tersebut didominasi oleh orang terdekat korban, mulai dari dari teman, Keluarga hingga tetangga. “Pelakunya itu di dominasi oleh tetangga dan keluarga terdekat,” pungkasnya.

Untuk menanggulangi itu, dijelaskan Toyalis, pihaknya sudah membuat beberapa program baik pencegahan maupun pemberian informasi pelaporan ketika terjadi kasus tersebut.

“Kita membentukĀ  Pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) dan kita lakukan keliling ke setiap kelurahan untuk memberikan informasi ketika ada kejadian seperti itu masyarakat jangan takut untuk melapor, kita juga bikin 5 pokmas (kelompok masyarakat) tentang pencegahan kekerasan seksual terhadap anak,” tandasnya.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here