Presiden Jokowi Akan Bertemu Seribu Ulama di Cilegon

Cilegon, Liputanbanten.co.id – Presiden Jokowi diagendakan bertemu Seribu ulama se-Banten pada peringatan Harlah ke 93 Al-Khairiyah, Cilegon, Jumat (11/5). Hadir pula Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin, yang dijadwalkan akan menyampaikan tausiyah.

Untuk diketahui, Al-Khairiyah adalah perguruan Islam berbasis pondok pesantren, kini telah menapaki usianya yang ke-93 tahun pada tanggal 5 Mei 2018. Jejak rekam pembaharu pendidikan Islam modern di tanah air terlahir dari tangan pejuang bersorban Brigadir KH. Syam’un sejak tahun 1925.

Al-Khairiyah perkembangannya telah berkontribusi besar melahirkan ribuan alumni yang memiliki peran pembangunan di Indonesia, seperti jejak pendirinya yang memiliki jiwa patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah Ali Mujahidin mengatakan, Al-Khairiyah bermula dari pendidikan Salafi hingga kemudian dikembangkan menjadi sistem pendidikan modern. Seiring berkembangnya dinamika dan waktu, Al-Khairiyah berbenah maju dan berkembang diharapkan menjadi pelopor perubahan bagi generasi bangsa Indonesia.

“Selain bergerak dalam pendidikan Islam, kini Al-Khairiyah memiliki tujuan yang lebih besar lagi yaitu menjadi organisasi Islam nasional dan terbentuknya Universitas Al-Khairiyah. Hal ini bermaksud ingin mengembangkan segala potensi kaderisasi serta pembinaan umat sesuai khitoh pendiri Al-Khairiyah Brigjen KH. Syam’un,” kata Ali Mujahidin.

Eksistensi Al-Khairiyah, lanjut Ali Mujahidin, kini telah menjadi organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakat dalam program pengurus besar Al-Khairiyah yang senantiasa terus melakukan upaya berbagai pembinaan umat, baik bidang keagamaan, sosial budaya, ekonomi, politik, dan demokrasi.

“Dalam momen Harlah ke-93 berharap Al-Khairiyah dapat mengabdi untuk kebijakan dan berkehidupan yang bermartabat dan bertekad melanjutkan khitoh perjuangan KH. Syam’un. Dalam momen ini juga diharapkan semua warga Al-Khairiyah dapat terlibat dalam memeriahkan rangkaian kegiatan Harlah,” lanjutnya.

Sebagai bentuk implementasi rasa syukur di usia hampir satu abad, Ali Mujahidin menambahkan penyelenggaraan Harlah kali ini terbilang cukup besar karena melibatkan lebih dari seribu ulama. Seluruh ulama se-Banten diundang untuk bersama-sama bersilaturahmi dalam rangka membangun ukhuwah Islamiyah.

“Peringatan Harlah menjadi bagian terpenting dalam program tahunan Al-Khairiyah sebagai ungkapan terima kasih kepada founding father pendiri Al-Khairiyah. Serta menjadi momentum bagi kami terus semangat mengabdi untuk kebijakan dan kehidupan bermartabat dan bertekad melanjutkan khitoh perjuangan Brigjen KH. Syam’un,” imbuhnya (Lb/Asep).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here