Ketua Umum Gema Matla’ul Anwar Bela Tito Karnavian 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Muda Mathla'ul Anwar (Gema MA) Ahmad Nawawi. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Mathla’ul Anwar meminta semua pihak hat-hati menyikapi azas praduga tak bersalah. Sebab dimungkinkan tuduhan sepihak adalah semacam operasi untuk menciptakan kebohongan. Bahkan bisa membunuh karakter seseorang.

Pernyataa tersebut disampaukan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi saat menyikapi pernyataan Indonesia leaks yg menuduh secara sepihak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menerima aliran dana kasus suap.

Ahmad mengatakan, tindakan Indonesialeaks dan media yang tergabung didalam nya yang menuduh secara sepihak, memvonis bahwa Jendral Polisi HM Tito Karnavian benar-benar bersalah dan korup, adalah bentuk pembunuhan karakter, negative campaign dan tidak bermoral.

“Hal ini sungguh sangat berbahaya dan berpotensi menyulut kegaduhan, memunculkan kecurigaan dan saling tuduh. Sagai gabungan beberapa media dan LSM, mestinya Indonesialeaks menjunjung tinggi azas obyektivitas dan proporsionalitas,” ujar Ahmad, Kamis (11/10).

Selain itu, 11 pernyataan sepihak Bambang Widjoyanto juga diangap cenderung lebih mengagitasi dan memprovokasi dari pada bentuk upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, adalah sebuah tindakan yang kasar dan brutal.

“Berpotensi memecah belah dan mengadu domba antar lembaga penegak hukum. Institusi Polri dan KPK punya pengalaman pahit ketika dibenturkan dalam episode yang dikenal istilah Cicak versus Buaya. Seharusnya sebagai aktivis yang pernah memimpin KPK, Bambang Widjoyanto tentu sangat mengerti cara kerja, prinsip dan SOP di KPK,” katanya.

Tidak hanya bambang, Ahmad juga menyoroti permintaan sepihak Amien Rais yang meminta Presiden Jokowi memberhentikan Kapolri Tito Karnavian tanpa memberikan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Justru menambah panas suhu politik dan memperuncing friksi di tengah masyarakat. Publik seharusnya disuguhi diskusi dan perilaku politik yang berkelas, bukan diajak untuk saling curiga, menebar kebencian dan hoax. Kalau memang benar Amien Rais memiliki bukti kasus korupsi, kenapa tidak langsung saja lapor ke KPK, jangan kemudian malah teriak-teriak di media,” katanya. (Lb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here