Kejari Pandeglang Fokuskan Kasus Dana Hibah dan SPAM-MBR

Ilustrasi. (Fsb.cobwebinfo.com)

Pandeglang, liputanbanten.com – Saat ini, kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dalam proyek Sistem Penyediaan Air Minum untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SPAM-MBR) dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) senilai Rp7,6 miliar, menjadi prioritas Kejari Pandeglang. Bahkan, dalam kasus yang mulai digarap sejak Februari lalu ini, Kejari Pandeglang sudah menetapkan lima tersangka.

Selain kasus SPAM-MBR, Kejari Pandeglang juga tengah fokus menyelesaikan kasus dugaan Tipikor dana Hibah tahun 2011 dan Bansos Pemprov Banten ditahun yang sama.

Kasintel Kejari Pandeglang, Edius Manan mengaku, jika pihaknya fokus terhadap dua kasus itu, karena melihat potensi kerugian negara yang cukup besar. Untuk kasus Bansos dan hibah diperkirakan kerugian negara mencapai Rp1,6 miliar, sedangkan kerugian negara dalam kasus SPAM-MBR belum bisa diperkirakan karena masih menunggu hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Tahun ini kita fokus menyelesaikan dua kasus dugaan korupsi tersebut. Untuk kasus Bansos dan Hibah yang mungkin bisa diselamatkan sekitar Rp600 juta. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kedua kasus itu bisa dilimpah ke PN Tipikor Serang,” ungkapnya, Kamis (10/12/2015).

Disinggung terkait penetapan tersangka dalam dua kasus itu, Edius menyebut, untuk kasus SPAM-MBR sudah ditetapkan dua tersangka berinisial S dan Y. Sementara untuk kasus dugaan korupsi penyaluran dana Bansos dan Hibah ditetapkan tiga tersangka berinisial HB, S dan N. (ARI/EKY/BP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here