KMS 30 Nilai 8 Bulan WH-Andika Abu-abu

Aksi Mahasiswa KMS 30 di depn kampus UIN Banten. Jumat (12/1) (Foto: Liputanbanten)

Serang, Liputanbanten.co.id – Puluhan mahasiswa UIN Banten yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 (KMS 30) menilai Gubernur Banten selama delapan bulan belum membawa perubahan dalam pembangunan Banten.

“Intinya Gubernur Wahidin Halim-Andika Hazrumy dalam memegang tonggak pemerintahan di Provinsi Banten belum adanya perubahan yang segnifikan dalam menyikapi persoalan umum nampaknya kinerja yang begitu masif,” Kata Koordinator Aksi, Faqih Hilmi didepan Kampus UIN Banten, Jumat (12/1/2018).

Ia juga menilai WH-Andika masih abu-abu dalam sikapnya tentang pemberantasan korupsi dibanten. Gubernur juga lambat dan ketidak tegasan dalam menyikapi kasus korupsi yang dilakukan direktur RSUD Banten.

Pihaknya juga menyoroti ketidak tegasannya dalam menyikapi sikap Sekda Banten, Ranta Soeharta yang ikut dalam pencalonan dipemilihan kota Serang yang menurutnya, melanggar undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN.

“Maka jelas kita lihat tingkat kemiskinan di Provinsi Banten yang meningkat pada bulan September 2017 dari 675,04 jiwa menjadi 669,85 yang artinya naik 24,79 jiwa itu terlihat didata BPS. Angka putus sekolah dibanten yang cukup memperhatinkan. Angka putus sekolahpun pada tahun 2017 mencapai 7.783 orang. Untuk SD 1.669 orang, SMP 1.727 orang,  SMA 1.234 orang dan SMK 3.153,” katanya.

Pihaknya menginginkan Gubernur Banten yang mampu dan dapat mensehjaterakan rakyatnya dan mengabdi pada rakyat.

“Bukan hanya menguntungkan segolongan pihak saja. Sebab sepuluh mega proyek yang dititipkan dibanten dalam pepres nomor 58 tahun 2017 sebagai bagian mega proyek strategis Nasional yang kemudian apakah nantinya peroyek tersebut akan menguntungkan rakyat Banten,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya menuntut kepada Gubernur Banten, untuk memberantas angka putus sekolah dibanten dan brantas angka kemiskinan.

“Optimalkan sarana dan prasarana pendidikan, wujudkan kesehjateraan guru honorer, maksimalkan anggaran pendidikan 20 persen, wujudkan kesehatan gratis untuk rakyat miskin, makimalkan anggaran kesehatan, wujudkan pendidikan tingkat SLTA, wujudkan revormasi birokrasi dan wujudkan clean and good govermant dibanten,” tuntutnya. [Lb/Herlin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here