MW Kahmi Banten Adakan FGD, Banten Miliki Potensi Yang Unggul

MW Kahmi Banten saat melaksanakan FGD. Jumat (12/1/2018)

Serang, Liputanbanten.co.id – Majelis Wilayah KAHMI Banten menggelar Fokus Group Discussion (FGD) di kantor MW Kahmi Banten Cipocok Jaya Kota Serang, dalam diskusi tersebut Banten memiliki modal pembangunan berupa kekayaan sumberdaya alam dan warisan budaya yang luar biasa. Banten memiliki hutan, ladang, sawah, pesisir, laut, teluk, selat, dan samudera yang potensial. Secara geografis, Banten sebagai penyangga ibu kota negara juga menjadi gerbang investasi dan perdagaangan.

Menurut DR. Fatullah, dari segi kebudayaan kita memiliki warisan sejarah, kearifan nilai, dan kekayaan seni budaya yang eksotik. Banten juga memiliki kekayaan warisan intelektual berupa kitab kuning karya Syeikh Nawawi yang diwariskan melalui tradisi pesantren. Kita juga memiliki intelaktual bertaraf internasional dalam berbagai disiplin ilmu melalui wong Banten yang ada di perguruan tinggi di seluruh nusantara.

“Saya meyakini bahwa Kekayaan alam, warisan intelaktual dan budaya ini belum dapat dimobolisasi dan dimanfaatkan dalam menciptakan kemakmuran rakyat. Sehingga kita menyaksikan kota serang yang kumuh mulai dari pusat warisan Islam di Banten lama, di kawasan pesisir. Kita menyaksikan juga kemiskinan di lumbung pangan. Bahkan kita juga mendengar jeritan kaum miskin dengan kasus perdagangan anak dan perempuan di perbatasan.” Ujarnya, Jumat (12/1/2018).

Lanjutnya, pokok masalah dari ini semua adalah korupsi dan kesalahan dalam mengurus program pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur ekonomi. Banten memiliki moto iman-taqwa dan akhlak mulia. Moto ini sesungguhnya amanat konstitusi UUD 1954 pasal 31 ayat 2 yang menyatakan bahwa pemerintah wajib menyelenggarakan satu sistem pendidikan yang dapat meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sementara itu, Koordinato Kahmi Banten H.Udin Saparudin menyampaikan Pendidkan iman, takwa, dan akhlak mulia ini adalah esensi dari upaya kita mendidik manusia Indonesia yang adil dan beradab sebagaimana cetakbiru Pancasila sila kedua. “Secara konseptual model pendidikan holistik ini telah hidup dan berkembang dalam tradisi Banten yang mengintegrasikan rumah ibadah, sekolah, taman baca, posyandu, dan komunitas yang disebut kasunyatan.” Ujarnya.

Dalam bidang kesehatan. Pembangunan kesehatan sebaiknya tidak berangkat dari upaya pengobatan, tetapi lebih fokus pada pencegahan. Promosi kesehatan harus diutamakan melalui pola hidup bersih, sehat, dan hijau. Masyarakat Banten tidak boleh sakit dan harus sehat dengan penyediaan air bersih, saluran air bersih, mulai hutan, sungai, kanal, irigasi, hingga bermuara di laut.

Jika promosi hidup bersih, sehat, dan hijau terwujud maka pengeluaran/belanja daerah untuk bidang pengobatan menjadi menurut. Jadi, tolok ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan adalah menurunnya jumlah orang sakit. Pembangunan kesehatan juga harus dimulai dengan mengubah mind-set seluruh warga tentang kesehatan. Mulai budaya mengolah sampah melalui bank sampah, pengaturan iklan rokok, perdagangan minuman beralkohol.

Hal Senada disampaikan Didi wandi, ekonomi kita memiliki kekayaan hutan gunung pulosari, gunung honje, gunung karang. Hutan ini adalah sumber air dan sekaligus sumber penghidupan yang harus dirawat sebagai basis kedaulatan, ketahanan, dan keamanan pangan. Pembangunan ekonomi berbasis sumberdaya alam meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, meliputi buah-buahan, beras, sayur mayur, ikan, daging, susu, dan lainnya. “Di sisi bagian luar, pembangunan ekonomi pesisir dan kelautan, teluk, selat, dan samudera dapat menghidupkan perdagangan antar pulau, antar daerah, serta eksport dan import.” Katanya.

Dalam melaksanakan pembangunan Banten harus dimulai dari pendidikan. Dalam hal ini pendidikan adalah alat untuk melaksanakan transformasi sosial. Pendidikan harus terintegrasi dengan pembangunan rohani, pengembangan intelektual, dan penguatan kompetensi dalam pengembangan wilayah berbasisi keunggulan lokal. [Lb/red]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here