Pedagang di Banten Lama Cemas, Lahannya Akan di Jadikan Taman dan Alun-Alun

Serang, Liputanbanten.co.id – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten merencanakan pembangunan taman serta alun-alun di sekitar menara Banten lama, hal tersebut membuat para pedagang disekitaran tempat wisata religi tersebut merasakan kegelisahan lantaran akan berdampak pada pendapatan ekonominya.

“Iya, untuk di jadikan alun-alun dan taman,” ungkap Bambang salah satu pihak keamanan Banten lama saat diwawancara, Sabtu (12/5).

Bambang mengatakan dengan adanya pembangunan alun-alun dan taman di sekitaran Area Banten lama, para penjual akan dialihkan ke tempat lain, selain itu para penjual yang awalnya berjualan di sepanjang menara tersebut akan merasakan dampaknya.

“Pastinya menjerit tapi sudah diberikan solusi sebelumnya, dari jauh-jauh hari ditentukan, harapanya masyarakat minta ditempatkan yang terbaik buat mereka dan bisa berdagang karena mau apa lagi kita kan hanya orang kecil tidak bisa apa-apa hanya bisa meminta kepada pemerintah,” kata Bambang

Selain itu, Fahaemi salah satu penjual di sekitar menara Banten lama mengungkapkan surat edaran kepada para pedagang selama ini belum ada, akan tetapi hanya sekedar himbauan dari pihak Provinsi Banten.

“Surat Belum ada, himbauan ini pihak dari provinsi yang mau membangun,” ungkap Fahaemi

Dengan adanya pembangunan di sekitar wilayah menara Banten lama, Fahaemi menjelaskan pembangunan tersebut imbasnya sangat banyak dan semua itu merugikan terhadap masyarakat.

“Dengan adanya penggusuran imbasnya banyak pengangguran, mata pencaharian pada hilang, kan kalo ga jualan di sini di mana lagi,” jelasnya.

Belum di sediakan tempat yang lebih layak untuk berjualan kembali, Fahaemi menyayangkan kepada pihak pemerintah tidak memberikan solusi yang sangat baik terhadap masyarakat yang hanya bisa mencari mata pencaharian di sekitaran Banten lama.

“Tempat belum bikin, seharusnya tempatnya sudah di bagusin baru inimah tempatnya belum bikin udah mau penggusuran aja, penggusurannya katanya nanti bulan puasa seharusnya tanggal 9 kemarin,” kata Fahaemi

Ia menambahkan sebetulnya upaya yang bagus yang dilakukan oleh pihak pemerintah, akan tetapi harus memikirkan nasib orang kecil, karena mereka mencari sesuap nasi dari berjualan di tempat tersebut.

“Tidak apa-apa ada pembangunan tapi tempatin orang-orangnya kita kan jualannya bukan di pasar,” tandasnya (Lb/Tolib).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here