1.521 Tenaga Kesehatan untuk Layani Jemaah Haji

Ilustrasi Jemaah Haji

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyiapkan 1.521 tenaga kesehatan untuk mendampingi jemaah haji pada musim haji bulan Juli-September. Pendampingan itu meliputi pelayanan sebelum dan saat keberangkatan, ibadah di Makkah dan Madinah, hingga kepulangan ke Tanah Air.

Para tenaga kesehatan tersebut terdiri dari dokter dan perawat. Mereka akan memastikan kesehatan ratusan ribu jemaah haji menjalani ibadah suci tersebut. Kuota haji Indonesia tahun ini sebanyak 231 ribu jemaah.

“Tentu tugas kami adalah bagaimana menjaga kesehatan mereka. Itu tugas kami. Yang kami lakukan memang betul sebelum mereka naik haji ini kami sudah melakukan pemeriksaan kesehatan bagi jemaah haji,” ungkap Menteri Kesehatan, Nila Moeloek saat membuka Seminar Pelayanan Ibadah Haji di Kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Nila menyebutkan, secara umum, jemaah haji Indonesia terdiri dari golongan usia tua dan yang mengidap penyakit tertentu. Karena itu, diperlukan pendampingan, pemeriksaan serta penanganan kesehatan agar potensi kambuh selama ibadah haji bisa diminimalisir.

“Memang penyakit seperti jantung atau hipertensi dan diabetes itu banyak yang sudah mengidap. Tapi kalau kita kontrol dengan baik, ini harapan kita, kita akan bisa menguasai dengan baik untuk tetap sehat selama ibadah haji,” ungkap Nila.

Di luar itu, Nila juga meminta kepada para jemaah haji Indonesia untuk juga tak abai mengatur fisiknya sendiri. Ia menganjurkan agar jemaah tak memaksakan diri untuk melakukan ibadah sunah secara berulang-ulang.

“Umumnya, nah ini yang kejadian, setelah wukuf, mereka melakukan umrahnya itu berulang-ulang. Nah, ini tolong diukur juga. Itu sebetulnya tinggal sunnah ya, bukan lagi wajib. Nah, ini kalau kita tidak mampu tidak perlu, karena sebelum haji, umrah itu sudah dilakukan,” ucap Nila.

Jemaah haji Indonesia setidaknya akan terbang selama 9-12 jam lamanya dengan pesawat menuju Arab Saudi. Perjalanan yang lama di pesawat akan mempengaruhi kondisi kesehatan jemaah karena beberapa keadaan yang sakit dapat timbul dan memperberat keadaan jemaah haji, terlebih bagi yang mempunyai penyakit.

Untuk itu, Nila berharap pelayanan kesehatan penerbangan haji tahun ini dapat optimal. Para petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) diharapkan akan mampu untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal baik sebelum keberangkatan, selama penerbangan, saat di Arab maupun setelah kembali ke Tanah Air.

Bersama 306 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), akan melakukan pendampingan terhadap 231.000 jemaah haji Tanah Air yang diagendakan mulai berangkat pada 7 Juli mendatang.

“Saat ini jumlah TKHI sebanyak 1.521 orang dan 306 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan,” terang Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati. (Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here