Mahasiswa Kedokteran UPH Raih Juara RMO 2018

Irene dan Hubert Subekti, mahasiswa FK 2015, juara 1 Regional Medical Olympiad Cabang Urogenital.

Tangerang, Liputanbanten.co.id – Karakter kreatif dan mandiri ditunjukkan oleh Hubert Subekti dan Irene, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2015, peraih medali emas cabang Urogenital ajang tahunan Regional Medical Olympiad (RMO) 2018.

“Dengan kesibukan sebagai dokter spesialis, dosen kami masih mau meluangkan waktu membimbing kami dalam menghadapi kompetisi RMO,” ujar Hubert kepada Liputanbanten.co.id Rabu (12/9).

Hal tersebut diungkapkan Irene karena persiapan mengikuti lomba ini tidaklah mudah. Mereka harus berlatih sambil tetap mempersiapkan bahan perkuliahan mereka di semester berikutnya.

“Saya salut dengan mereka karena dengan keterbatasan waktu dan jadwal yang padat, mereka tetap mau mempersiapkan kompetisi ini sampai bisa juara,” ungkap dr. Edwin.

Selain Hubert dan Irene, FK UPH juga  berhasil menggondol empat juara lainnya, yaitu juara 2 dari cabang Kardiorespirasi dan cabang Infeksi Tropis, serta juara 3 dari cabang Neuropsikiatri dan cabang Muskuloskeletal.

Kompetisi RMO ini diadakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) yang diadakan rutin tiap tahun di tiga regional. UPH tergabung dalam regional dua bersama berbagai universitas dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, juga Kalimantan Barat. Untuk tahun ini ada total 11 universitas yang ikut, terdiri dari universitas negeri dan swasta.

Hubert dan Irene bercerita tentang perjuangan mereka bersaing dengan para peserta lain. “Walaupun harus bersaing dengan banyak universitas negeri terbaik, kami juga tidak minder dan tetap berjuang sebaik mungkin,” ungkap Irene.

Khusus untuk RMO tahun ini, mereka terlebih dahulu mengikuti tes di tingkat fakultas, yang meliputi tes tertulis dan interview. Setelah terpilih, mereka maju bersaing lewat babak penyisihan.

Lalu pada babak final, terpilih tiga universitas terbaik yang masih harus menghadapi beberapa rangkaian tes. Peserta diberikan sebuah kasus lagi, dan diminta untuk menjelaskan tentang penyakit tersebut, mulai dari berapa besar persentasenya di dunia, bagaimana cara penularannya, bagaimana cara mengobatinya, sampai upaya public health untuk masyarakat.

Untuk rencana dalam waktu dekat, Hubert dan Irene akan ikut berlaga di ajang Indonesian International Medical Olympiad (IMO) pada bulan Oktober mendatang. Lomba ini berskala internasional dan akan diikuti oleh universitas dari seluruh Indonesia, bahkan dunia. Mereka berharap bisa menang di kompetisi ini.  “Kita akan berusaha yang terbaik untuk IMO,” ungkap Irene. (Lb/It)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here