Korupsi Dana Desa, Mantan Kades  Ditahan Polres Serang Kota

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin memberikan keterangan pada awak media, Kamis (11/10)

Serang, Liputanbanten.co.id – Mantan Kepala Desa Binangun, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang periode 2011-2017 berinisial SL terpaksa berutusan dengan pihak berwajib. Pasalnya, SL diduga terjerat kasus tindak pidana korupsi dana desa (DD) tahun 2015 senilai Rp 496.871.831.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan, dalam penggunaan DD tahun 201 diduga ada pengurangan spesifikasi dan fiktif.

Seperti pengadaan peralatan kantor sebesar Rp 68.838.818 dan pembangunan kantor desa sebesar Rp 268.640.145 yang dalam pengakuannya  telah dipertanggung jawabkan sebesar 100 persen artinya dianggap pekerjaan itu selesai.

“Namun dalam realisasi yang kita dapati ada beberpa item barang yang tidak diadakan sebesar Rp 46.238.868 dan pengerjaan kantor desa tidak sesuai spesifikasi,” ujar Kapolres Serang, AKBP Komarudin saat ditemui di Mapolres Serang Kota, Kamis (11/10) malam.

Sementara itu untuk tahun 2016 dikatakan Kapolres, Desa Binangun mendapat dana desa sebesar Rp1.016.336.000. berdasarkan hasil temuan terdapat beberapa item pekerjaan fisik tepatnya 4 item yang kekurangan volume.

Keempat item itu diantaranya,  kegiatan pembangunan dan pemeliharaan saluran irigasi sebesar Rp 91.452.000, pembangunan dan pemeliharaan jalan desa rambat beton sebesar Rp 185.608.600.

Kemudian kegiatan pembangunan dan pemeliharaan jembatan sebesar Rp 67.106.900 serta kegiatan dan pemeliharaan infrastruktur bangunan dan paving blok sebesar Rp 253.594.700.

Selain itu, dituturkan Kapolres ada juga pemotongan honor untuk pegawai BPD tahun 2015 dan 2016 sebesar Rp 59.700.000. Dari hasil temuan, lanjut Kapolres yang bersangkutan sudah memenuhi unsur tindak pidana Korupsi.

“Sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU RI no 20 tahun 2001 tentang korupsi perubahan dari UU no 31 tahun 1999 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara maksimal 20 tahun kurungan dengan denda Rp 200 juta hingga 1 miliar,” tuturnya.

Saat ini, dikatakan Kapolres kepada tersangka kita lakukan penahanan dan barang bukti yang diamankan berupa uang sebesar Rp.136 juta termasuk dokumen pekerjaan

“Penangkapan ini juga menyikapi kebijakan dari pemerintah agar  penggunaan dana desa betul dilakukan tepat teliti dan detail. Ini juga jadi pembelajaran bagi yang lain agar tidak melakukan penyimpangan dana desa,” tukasnya. (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here