Karena Keterlambatan Distribusi, APK dan APS Dipersoalkan Masyarakat Lebak

Lebak, Liputanbanten.co.id – Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) dan Alat Peraga Sosialisai (APS) serta bahan kampanye bagi pasangan calon (Paslon) Calon Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Lebak disoal, lantaran mengalami keterlambatan.

Presidium Forum Relawan Demokrasi (FRED) Pandu Tubagus mengatakan Sampai hari ini APK dan APS itu belum terpasang, menurut informasi baru hari Rabu kemarin (11/4) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak baru mendistribusikannya melalui PPK di tiap Kecamatan.

“Itupun baru APK belum ada APS nya. Ini untuk kesekian kalinya KPU Lebak memble dan terlihat tidak profesional dalam menjalankan tugasnya,” kata Pandu saat di hubungi, Jumat (13/04).

Lebih lanjut Pandu menjelaskan APK dan APS harusnya sudah jauh-jauh hari terpasang baik berupa baliho, spanduk, leaflet, flayer, umbul-umbul, poster, maupun pamplet.

“Apa sebenarnya yang terjadi sehingga pendistribusian dan pemasangan APS dan APK untuk bahan kampanye mengalami keterlambatan sampai satu bulan lebih. Bukankah lelang pengadaan APS dan APK harusnya sudah dilaksanakan jauh jauh hari yakni pasca penetapan calon, padahal kampanye sudah dimulai sejak 15 Februari, ini artinya proses ini sudah terpangkas selama sekitar sebulan lebih tanpa adanya APS dan APK,” jelasnya.

Padahal lanjut Pandu mengungkapkan APS dan APK bermanfaat untuk penyampaian visi misi kepada pemilih, selain itu keberadaan APK dapat menjadi bahan sosialisasi Pilkada untuk dapat menarik tingkat partisipasi masyarakat.

“Apakah memang selama ini tidak ada anggaran untuk itu semua? Lambannya KPU Lebak mendistribusikan APK dipastikan akan berakibat pada tidak maksimalnya waktu sosialisasi kepada masyarakat. Padahal harusnya sosialisasi pilkada dilakukan semaksimal mungkin. Kami mendesak kepada pihak terkait untuk merespon persoalan ini, DPRD Lebak, Panwaslu Lebak pada kemana,” tanya Pandu.

Saat diminta keterangannya, Komisioner Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lebak Odong Hudori mengatakan alat peraga kampanye (APK) dan alat peraga sosialisasi (APS) itu ranahnya KPU Lebak bukan Panwaslu.

“Kita mengawasi KPU Lebak saja, tapi kalau APK dan APS itu ditanya ke KPU aja,” kata Odong Hudori.

Sementara itu, Anggota Komisioner KPU Lebak Ace Sumirsa mengatakan pihaknya sudah mendistribusikan alat peraga kampanye (APK) sejak dua hari yang lalu (11/04).

“Sudah kami distribusikan sejak dua hari yang lalu, serta memang ada keterlambatan karena masih menunggu upaya hukum Cs dan Ds,” tukasnya [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here