Wahid Foundation dan Amnesty International : Usut Tuntas Pelaku Teror Bom di Surabaya

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Direktur Wahid Foundation Yenny Zannuba Wahid angat bicara mengenai kasus pengeboman di tiga gereja di Surabaya, yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan Gereja Pantekosta.

Menurut informasi yang dihimpun, ledakan tersebut mengakibatkan sepuluh orang meninggal dan 41 orang luka-luka. Sebagian besar adalah jemaat gereja yang tengah beribadah.

Atas terjadinya peristiwa itu Yenny Direktur Wahid Foundation mengucapkan, bela sungkawa dan duka cita mendalam terhadap korban meninggal dan luka-luka termasuk keluarga korban.

“Semoga korban luka parah segera diberi kesembuhan dan keluarga korban meninggal diberi kekuatan dan ketabahan,” ucapnya melalui keterangan tertulis, Minggu (13/5).

Lanjut Yenny, dirinya mengambil sikap mengutuk sekeras-kerasnya tindakan teror yang terjadi di tiga rumah Tuhan tersebut.

“Terorisme adalah kejahatan serius yang bertentangan dengan ajaran-ajaran agama atau keyakinan apapun,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Ia menegaskan untuk mendukung dan mensupport upaya pemerintah termasuk TNI dan Polri dalam mengususut tuntas tindakan pengeboman tersebut.

“Kami mendukung upaya-upaya pemerintah, termasuk aparat kepolisian, mengusut tuntas jaringan pelaku teror di Indonesia dan melaksanakan langkah-langkah pencegahan sesuai peraturan perundang-perundangan yang berlaku,” tegasnya.

Amnesty International Indonesia mengutuk serangan Bom di Surabaya

Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengutuk sekeras-kerasnya terhadap pelaku peledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur.

“Pembunuhan secara sengaja terhadap warga sipil tidak pernah dapat dibenarkan, dan menargetkan orang-orang yang sedang menjalani hari-hari hidup mereka menunjukkan penghinaan penuh atas prinsip paling fundamental dari hukum Internasional,” ujar Usman Hamid dalam pers rilisnya.

Mereka yang bertanggungjawab, lanjut Usman harus diajukan ke pengadilan dalam persidangan yang memenuhi standar Internasional.

“Meski pun tidak ada kelompok yang mengklaim tanggung jawab untuk serangan bom terhadap warga sipil tersebut, serangan-serangan ini jelas merupakan sebuah pelanggaran nyata terhadap hukum Internasional. Otoritas Indonesia wajib untuk segera menjalankan investigasi yang imparsial dan semaksimal mungkin dalam rangka membawa mereka yang bertanggungjawab ke pengadilan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here