Kumala Pertanyakan Hilangnya Obat Vaksin Bayi Serta Pelayanan yang Buruk di RSUD Adjie Dharmo

Ilustrasi

Lebak, Liputanbanten.co.id  Menyikapi dengan adanya salah satu temuan dan laporan di lapangan dari salah seorang warga dengan kondisi ingin mengajak anaknya yang masih balita untuk berobat rutin berupa vaksin pada Sabtu (9/6/18) yang lalu.

Ketua Kumala Perwakilan Rangkasbitung Maman Maulani menilai ada kejanggalan karena sedang kehabisan stock obat untuk vaksin bayi di apotek rumah sakit. Namun yang lebih dirasa herannya pas diketahui ternyata obat yang untuk vaksin bayi tersebut sering kehabisan stock di apotek rumah sakit adjie dharmo.

“Telah diketahui olehnya dari beberapa kali penelusuran ke apotek yang dikelola oleh perorangan atau swasta dan bukan apotek rumah sakit itu mereka selalu memiliki stock obat cadangan jenis vaksin bayi tersebut, namun yang sangat di sayangkan itu ketika keluarga dari pasien mencari obat tersebut yang sudah seharusnya RSUD Adjie Dharmo memiliki persediaan obat bukan malah apotek swasta yang berdiri sendiri dan ada harganya karena selayaknya itu obat gratis yang diperuntukkan bagi vaksinasi balita dari dinas kesehatan daerah,” kata Maman saat menghubungi liputanbanten, Kamis (13/6).

Lanjut Maman mengatakan terkadang pihak Rumah Sakit Adjie Dharmo juga menyerukan untuk datang ke Puskesmas atau Posyandu terdekat namun kembali di sayangkan karena harus berbayar ketika stock obat vaksin balita di rumah sakit sedang habis.

“Tidak hanya sampai disana keluhan keluarga pasien balita di rsud adjie dharmo, Dirasa pelayanan dari para staff dan perawat yang kurang nyaman, karena pernah seorang bapak menghadap untuk mempertanyakan perihal vaksinasi bayi dan di jelaskan bahwa mekanisme nya harus datang ke puskesmas atau posyandu karena di rasa stock obat sedang habis,” ujar Maman.

Namun ke esokan harinya kata Maman, sang Istri yang datang kembali dengan penuh wajah penasaran mendengar laporan dari suami yang tak sesuai di harapan.

“Apalah daya ketika merka malah mendapatkan perlakuan yang kurang baik, malahan mereka dibeei teguran yang ada karena hanya bilang: saya kan sudah jelaskan kepada suami ibu kemarin,” jelas Maman menceritakan kronologis kejadian di Rumah Sakit Adjie Dharmo.

Kendati demikian, Kondisi ini membuat Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala Pw. Rangkas) mempertanyakan keberadaan Dinas Kesehatan, dan akan melaksanakan audiensi terkait sering hilangnya obat dan pelayanan kurang baik pada Rumah Sakit Umum Daerah Adjie Dharmo Rangkasbitung.

“Saya hanya heran lah kok bisa sekelas dan sebesar Rumah Sakit Adjie Dharmo Rangkasbitung jarang memiliki stock obat vaksin balita padahal balita sangat membutuhkannya dan ketika habis obat itu bukannya balita harus segera di vaksin kembali agar imunitas tubuhnya tidak mudah di serang oleh berbagai macam penyakit,” tanya Maman sembari merasa heran.

Maman Maulani melanjutkan, setelah hari raya idul fitri ini pihaknya akan melaksanakan audiensi kepada pihak dinas kesehatan Kabupaten Lebak yang harus bertanggung jawab dalam hal ini terkait temuan permasalahan yang ada di Rs. Adjie dharmo Rangkasbitung.

“Jangan sampai kesehatan dan pendidikan kita yang ada di kabupaten Lebak ini ikut tertinggal ketimbang masyarakat yang berasal dari daerah lain karena tidak sesuai dengan visi misi ibu Bupati non aktif yang saat ini mencalonkan diri kembali untuk memimpin Lebak yaitu Lebak Sehat, Lebak Pintar, dan Lebak Cerdas,” tegasnya.

Maman berharap kondisi yang memprihatinkan ini segera terselesaikan, dan masyarakat bisa menikmati fasilitas yang di berikan oleh pemerintah.

“Semoga kita semua tersadarkan oleh keadaan yang memaksa untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan sudah seharusnya memanusiakan manusia karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya,” tandasnya. (Lb/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here