LPAI Banten: Jangan Berpikir Anak Aman Ketika Jauh Dari Orang Tua.

Ilustrasi

Serang.liputanbanten.co.id – Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Provinsi Banten, Iip Syafrudin, ingatkan masyarakat dan pemerintah sekitar waspadai pelaku predator anak.

“Ada fenomena yang harus diwaspadai oleh masyarakat sekitar dan  pemerintah setempat dari nasional sampai RT RW, kalau ada orang dicurigai tetap waspada untuk mengantisipasi nya, biar tidak kecolongan kaya gini,” kata Iip saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Jum’at (13/7).

Menurutnya, masyarakat harus lebih hati-hati dan waspada terhadap gerak-gerik seseorang yang mencurigakan dan bertingkah aneh, pasalnya, akibat dari kelalaian tersebut 13 anak di Kota Cilegon menjadi korban kejahatan seksual. “Kalau ada hal yang mencurigakan dan yang aneh-aneh jangan sampai dibiarkan,” tuturnya.

Hal tersebut menjadi catatan penting pagi pihaknya dan juga kepolisian serta pemerintah setempat untuk terus meningkatkan keamanan terhadap generasi bangsa. “Ini menjadi catatan bagi kami terkhusus bagi penggiat pelindung anak,” tukasnya.

Maka, Lanjut Iip, Pihaknya akan melakukan beberapa langkah guna mendindak lanjuti laporan dari masyarakat.

“Jadi ada dua penanganan yang biasa kita lakukan, jika ini dilaporkan oleh keluarganya, karena kami bergerak berdasarkan laporan dari masyarakat.
Pertama, berkaitan dengan hukumnya, kita akan berkoordinasi dengan polres setempat, dan membantu Polres untuk Maslah  ini. Kedua, berkaitan dengan psikologi (korban) untuk penghilangan tarauma,” jelas Iip.

Iip pun menghimbau, untuk semua orang tua jangan berpikir jika anaknya aman, ketika tidak berada disisinya. “ini menjadi catatan penting bagi orang tua untuk terus berpikir bahwa anak saya dalam posisi aman gak yah, artinya orang tua harus terus mengkontrol anak-anaknya ketiak beraktivitas,” imbuhnya. (Lb/Ar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here