TKI Asal Tirtayasa Hilang 10 Tahun di Timur Tengah

Serang, Liputanbanten.co.id – Romlah Rijal (35),‎ Warga  Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang menghilang selama 10 tahun saat bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Timur Tengah. TKI tersebut berangkat melalui penyalur jasa tenaga kerja PT Tritunggal Nuansa Pratama yang berkantor di Jakarta.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banten, Maftuh mengatakan, bahwa sejak berangkat pada 2007 lalu TKI tersebut‎ tidak diketahui keberadaannya. Romlah sendiri saat itu diketahui berangkat secara legal.”Semenjak berangkat dari mulai Bandara Soekarno Hatta Romlah tidak ada komunikasi.” kata Maftuh, Senin (13/8).

Pihak keluarga, kata dia selama ini sudah berusaha mencari tahu keberadaan Romlah, namun sangat kesulitan lantaran PT Tritunggal Nuansa Pratama yang memberangkatkan Romlah sudah gulung tikar.

“Ibu kandung TKI ini mengaku sudah melakukan segala upaya, tapi tidak membuahkan hasil, bahkan semua harta bendanya sudah habis terjual untuk biaya mencari dukun dukun hingga‎ harus mengeluarkan uang,” tuturnya.

Namun demikian untuk membantu TKI tersebut, kata dia SBMI Banten akan berupaya‎ kembali menggali informasi keberadaan PT Tritungal Nuansa Pratama tersebut. Karena diperkirakan hingga sekarang masih melakukan pengiriman TKI dengan berpindah kantor.

“SBMI terus menggali informasi keberedaan PT Tritunggal, menurut informasi bahwa PT Tritungal pindah domisili ke daerah bekasi,” ujarnya.

Mengenai jumlah TKI yang dilaporkan hilang, Mahtfu merilis hingga Juli sudah ada 15 orang TKI yang dilaporkan hilang.

“Bahkan ada beberapa TKI yang hilang di Sudan, dan salah satu TKI atas nama Hafifah Warga Desa Kaserang, Kecamatan Pontang saat ini dalam keadaan luka parah akibat siksa majikannya. Kemudian Julehah Binti Salikam warga Karang Jetak, Desa Bolang, Kecamatan Lebak Wangi pun menjadi korban sindikat yang dijual di negara Sudan, dan hilang 12 tahun,” pungkasnya.‎ (Lb/Yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here