Terlilit Hutang Karyawan Waralaba Nekat Merampok

Serang, Liputanbanten.co.id – Dua pelaku perampok spesialis waralaba berhasil dibekuk satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Serang Kota.

Pelaku masing-masing berinisial AS (30) yang diketahui sebagai karyawan aktif di waralaba di daerah Baros, Kabupaten Serang, dan seorang temannya LH (33) yang juga mantan karyawan pada perusahaan yang sama.

Keduanya, sudah melancarkan aksi perampokan selama empat kali di sepanjang tahun 2018, diantaranya perampokan di waralaba Sumur Pecung pada H+2 Idul Fitri. Waralaba Curug, waralaba di Pasar Rau saat idul adha dan waralaba Penancangan pada saat libur 1 Muharam kemarin.

Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku menodongkan senjata tajam berupa clurit dan senjata api yang merupakan korek api. Kemudian pelaku membawa karyawan yang bertugas ke pusat CCTV dan memutuskan serta membawa DRV yang merupakan mesin CCTV. Kemudian pelaku lainnya meminta karyawaj untuk membuka brankas uang dan membawa kaburnya.

Setelah mempelajari pola perampokan yang semuanya sama, yakni dilakukan pada saat hari libur dan pagi hari, polisi kemudian melakukan penangkapan dan dengan terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas karena berusaha melarikan diri.

“Sepsialis hari-hari libur dan spesialis waralaba, untuk pelaku AS masih tercatat karyawan tetap waralaba tersebut, dan LH mantan karyawan waralaba tersebut,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin saat menggelar pres realese di Mapolres Serang Kota, Kamis (13/9).

Hasil dari tindakan kejahatannya dibagi rata oleh pelaku, diakui oleh AS, tindakan melawan hukum tersebut dilatarbelakangi oleh hutang yang melilit dirinya. Atas tindakannya itu, kedua pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

Sementara itu, dari pengakuan AS, sebelum melakukan aksi perampokan, ia bersama dengan LH terlebih dahulu melakukan survey lokasi yang akan menjadi target. Ia mengaku sudah sangat mengetahui pola kerja karyawaj waralaba, sehingga ia memilih waktu pagi hari yang dirasa masih sepi, ia juga sengaja melakukan aksinya pada hari libur. Karena menurutnya omset waralaba pada hari libur lebih besar dibanding hari lainnya. “Omsetnya lebih besar kalau hari libur,” kata AS.

Selain terlilit hutang, perampok tersebut dilakukan atas rasa kekecewaan terhadap manajemen perusahaan tempatnya bekerja. “Kalau disitu (Baros) saya sudah 3 tahun, kalau diperusahaan sudah 12 tahun. (Merampok) karena kecewa dengan manajamen,” ujarnya. (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here