Antisipasi Adanya Korban Saat Longsor, BPBD Kota Serang Lakukan Dua Mitigasi Bencana

Ilustrasi

Serang, Liputanbanten.co.id – Guna antisipasi longsor di wilayah Kecamatan Taktakan, Kota Serang yang disebabkan lahan kritis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang akan melakukan mitigasi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, dalam antisipasi tersebut pihaknya akan melakukan dua cara alternatif yakni mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.

“Kami larinya ke mitigasi, mitigasi kan ada dua jenis ada mitigasi struktural ada non struktural, Kita lakukan non struktural, seperti sosialisasi, imbauan bahkan sosialisasi kita sampai tingkat dini sampai anak-anak sekolah. Kalau mitigasi struktural bukan dikami, karena berhubungan dengan fisik,” kata Diat, Kota Serang, Selasa (14/1/2020).

Diungkapkan Diat, wilayah Kecamatan Taktakan merupakan wilayah yang dikatagorikan rawan longsor atau pergerakan tanah. Karena, lanjut Diat, di Kota Serang berpotensi lima jenis bencana alam diantaranya, banjir, kekeringan, longsor, gempa bumi dan angin puting beliung.

“Kalau sisanya seperti gunung meletus atau akibat kejadian industri itu tidak berpotensi di Kota Serang, tapi jika terjadi itu Kota Serang akan terdampak,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Luas lahan kritis di Kota Serang kian tahun makin mengkhawatirkan. Tercatat pada tahun 2017 lahan kritis di Kota Serang mencapai angka 2.187,25 hektare.

Hal itu berdasarkan peta sebaran lahan kritis di Kota Serang pada tahun 2017 dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten. Terdapat total 2.187, 25 hektar lahan kritis. Sebaranya terdapat di Kelurahan Cilowong, Pancur, Sayar, Sepang, Takatakan dan Umbul Tengah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Ipiyanto membenarkan bahwa lahan di Kota Serang sudah mengalami kritis. Hal disebabkan oleh keberadaan galian C di Kecamatan Taktakan.

“Ada beberapa lahan yang melakukan aktifitas pengupasan tapi tidak dilakukan penanaman ulang, entah dengan berbagai kepentingan istilahnya galian C harusnya dilakukan penanaman kembali,” kata Ipiyanto.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here