Bisa Sebabkan Longsor, Lahan Kritis di Taktakan Akan Ditinjau Komisi II DPRD Kota Serang

Serang, Liputanbanten.co.id – Lahan kritis yang mencapai angka 2.187,25 hektare  mendapatkan sorotan serius dari Komisi II DPRD Kota Serang. Hal itu lantaran, kondisi lahan kritis bisa menimbulkan bencana longsor atau pergerakan tanah.

“Lahan kritis yang ada di Kecamatan Taktakan akan ditinjau oleh kita (Komisi II-red) akan langsung titik lahan kritis tersebut dan mencari tahu akar dari permasalahannya. Setelah itu kita akan cari solusinya,” kata Anggota Komisi II DPRD Kota Serang Rizki Kurniawan, Selasa (14/1/2020).

 Ia pun menduga, lahan kritisi tersebut disebabkan oleh maraknya galian c di wilayah tersebut. Padahal, galian C di Kota Serang dalam aturannya tidak diperkenankan untuk beroperasi.”Ada informasi bahwa lahan kritis itu disebabkan oleh galian C,” ujarnya.

Oleh karena itu, selain melakukan sidak ke lokasi, pihaknya juga akan memanggil kepala Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk dimintai keterangan mengenai persoalan tersebut.

“Kita akan lakukan sidak ke lokasi dan akan memanggil OPD terkait masalah itu untuk memetakan masalah dan solusinya agar lahan kritis ini bisa ditanggulangi,” pangkasnya.

Apalagi dalam pemanggilan tersebut Kepala OPD yang bersangkutan mangkri atau tidak menindaklanjuti hasil dari pertemuan itu. Dirinya tidak akan segan-segan untuk melayangkan rekomendasi kepada Walikota Serang untuk mencopot jabagan kepala OPD terkait.

“Kita akan liat dulu kelalaian kepala OPD itu. Kalau lalainya sudah kelewatan karena mengenyampingkan teguran dari dewan untuk melaksanakan perbaikan lahan kritis maka itu wajib di ganti,” tegasnya.(Lb/Ar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here