Jingle Lagu KPU Lebak Dinilai Berpihak Pada Salah Satu Paslon

Ilustrasi politik uang pada Pilkada. (Dok/Net)

Lebak, Liputanbanten.co.id – Jingle adalah salah satu alat untuk menarik perhatian warga agar dapat menyalurkan hak pilihnya. Ada anggaran rakyat untuk membuat itu, bukan merupakan anggaran dari calon tertentu. Hal tersebut dikatakan Rusyadi Aktivis Relawan Rumah Demokrasi.

Rusyadi Menilai, Jingle lagu yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak terkesan menggiringkan pendengarnya untuk memilih salah satu calon Kepala Daerah.

“Bukankah tujuan jingle itu adalah untuk mensosialisasikan pilkada lebak 2018 namun disayangkan ketika jingle itu terkesan ada penggiringan hanya memilih calon tertentu. Dalam hal maskot kita tidak mempersoalkannya, namun terkait jingle kami mendesak KPU lebak lebih cerdas. Karena selain harus mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menyalurkan hak pilih sehingga akan berdampak pada partisipasi pemilih, juga tidak menegasikan konten yang ada dalam jingle lagu tersebut yang menurut kami tidak memperhatikan bagaimana jika Pilkada hanya diikuti oleh calon tunggal,”ujarnya saat di hubungi melalui WhatsApp, Rabu (14/3/18).

Namun upaya untuk menarik perhatian masyarakat dan memudahkan untuk mensosialisasikan agenda akbar dalam menentukan pemimpin untuk lima tahun kedepan itu harusnya juga memperhitungkan hal- hal lain seperti ketika calon tersebut merupakan calon tunggal.

“Dalam konteks Lebak yang calon tunggal, harusnya KPU memperhitungkan hal itu, hingga jingle nya pun tidak bias calon tunggal belaka, namun memperhitungkan persoalan edukasi kepada pemilih terkait memilih kolom kosong adalah sah. Walaupun tidak dalam kapasitas terkesan mengarahkan masyarakat untuk memilih kolom kosong,”tutupnya. [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here