Mengapa Jokowi Kuat Namun Makin Goyah?

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Lembaga Survei Indonesia (LSI) menilai elektabikitas Jokowi terancam. Hal tersebut tak lepas dari beberapa isu yang berkembang saat ini, salah satunya adalah kebijakan Jokowi terkait lapangan kerja dan tenaga asing di Indonesia.

Ia menjelaskan, ada sekitar 54% masyarakat yang tidak puas akan kinerja Jokowi. Sisanya sekitar 35,50% puas dan 10,20% menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

“Elektabilas Jokowi sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden 2019 masih mengungguli lawannya, yakni sebesar 46%,” kata Adjie Alfaraby selaku Peneliti Senior LSI di kantornya, Jakarta Timur, Senin (14/5).

Kendati masih unggul, Jokowi disarankan untuk waspada. Apabila semua elektabilitas para capres lain bersatu, maka angkanya akan mencapai 44,7%. Artinya hanya berbeda 2% saja antara elektabilitas Jokowi dan semua capres lainnya.

“Meski masih kuat, elektabilitas Jokowi pun masih di bawah 50%. Artinya sebagai petahana, angka elektabilitas tersebut belum aman untuk terpilih kembali sebagai presiden 2019,” imbuhnya.

Selain itu, faktor lain yang membuat Jokowi kalah adalah, attacking campaign dengan muncul #2019GantiPresiden. Kemudian faktor ekonomi Indonesia yang masih lemah. Serta, menurut survei Jokowi masih lemah di kalangam pemilih Islam.

“Jokowi dinilai publik masih lemah dan bisa dikalahkan. Terbukti dari survey yang menyatakan dukungan terhadap Jokowi hanya 46%,” ungkapnya. (Lb/Rie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here