Rusia Siap Buka Piala Dunia, Pengecam Tuduh Rusia dan FIFA Tidak Jujur

Piala Dunia 2018 di Rusia. (FIFA.com)

Moskow, Liputanbanten.co.id – Lupakan politik dan demonstrasi, bagi anak-anak muda Rusia ini hanya ada satu hal: Piala Dunia sepakbola.

“Saya sangat senang karena Piala Dunia diadakan di Rusia! Saya ingin tim nasional kami mencapai sekurangnya perempat final dan idealnya memenangkan Piala Dunia!,” ujar Timur Mansurov, seorang penggemar sepakbola berusia 12 tahun.

Mungkin harapan yang terlalu tinggi. Tetapi kehadiran bintang sepak bola seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo membuat banyak kalangan muda terpikat.

“Karena mereka terkenal, dan menciptakan begitu banyak trik!” ujar Danya Saklakov, seorang penggemar sepak bola berusia 7 tahun.

Dmitry Kholnov memimpin sekolah sepakbola di pinggiran Moskow.

“Ada kata-kata bijak:‘ olahraga di luar politik.’ Saya sangat ingin mempercayai bahwa orang-orang di seluruh dunia merasakan hal yang sama,” ujar Dmitry Kholnov.

Banyak yang tidak setuju. Biaya penyelenggaraan Piala Dunia ini diperkirakan sekitar 14 miliar dolar, termahal di negara yang menghadapi ketimpangan besar di bidang ekonomi.

Dana itu digunakan membangun infrastruktur baru dan beberapa stadion besar. Penyelesaian Arena Krestovsky di St Petersburg mundur delapan tahun dari jadwal dengan anggaran empat kali di atas anggaran semula. Seorang pejabat setempat dituduh menerima suap 351.000 dolar selama konstruksi. Pihak berwenang kota mengatakan hasil akhirnya sesuai.

“Menurut saya, ini adalah stadion terbaik di Eropa saat ini,” ujar Andrey Mushkarev, Ketua Komite St Petersburg.

Badan penyelenggara Piala Dunia FIFA yang juga terjerumus dalam kasus-kasus korupsi besar memuji persiapan Rusia.

Wartawan olahraga Alexey Matveev mengatakan FIFA sengaja mengabaikan kriminalitas yang merajalela.

“Korupsi dalam sepak bola, pencurian, bahkan pembunuhan langsung di cabang-cabang olahraga – tidak ada yang diselidiki. Itu realitas Rusia. Tak seorang pun di sini yang bertindak. Saya masih cukup terkesima bahkan marah bagaimana mungkin memberikan penyelenggaraan Piala Dunia kepada Rusia yang cabang sepak bolanya demikian korup,” ujar Alexey Matveev, seorang wartawan investigasi olahraga.

Moskow menolak tuduhan seperti itu, dan berharap politik akan dilupakan tatkala acara pembukaan Piala Dunia itu hari Kamis, ketika tuan rumah berhadapan dengan Arab Saudi di Stadion Luzhniki Moskow, disaksikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dengan begitu banyak modal ekonomi dan politik yang diinvestasikan, Rusia berharap pertandingan Piala Dunia sukses. (Lb/VOA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here