Sungai Tercemar Limbah, Tiga Perusahaan Kena Sanksi

Sungai menghitam diduga kuat akibat tercemar limbah perusahaan, Rabu (25/7)

Serang, Liputanbanten.co.id – Tiga perusahaan yakni PT Transutatek di bidang tekstil, PT Berkah Manis Makmur (BMM) yang memproduksi gula dan PT Mitra Texindo yang bergerak di bidang jasa pencelupan warna, diberikan sanksi administrasi oleh DLH Kabupaten Serang.

“Ketiganya di Jawilan dan membuangnya ke Cidurian. Kalau Ciujung masih dalam tahap pengujian, karenakan di lab itu tidak bisa secepat itu karena ada beberapa parameter yang harus di uji. Menunggu kabar berikutnya dari hasil lab,” ujar Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan pada DLH Kabupaten Serang, Neni Nuraeni, Selasa (14/8).

Ia mengatakan, surat teguran kepada tiga perusahaan tersebut sudah diberikan minggu lalu. “Surat teguran itu isinya perintah perbaiki IPAL dan jangan membuang limbah ke sungai. Intinya kesitu. Apabila tidak mengindahkan bisa saja naik jadi sanksi paksaan pemerintah,” ujarnya.

Setelah diberikan teguran, DLH Kabupaten Serang melakukan pemantauan ke lokasi untuk memastikan teguran tersebut dilaksanakan atau tidak. “Mudah mudahan mereka mendengar apa yang disampaikan,” katanya.

Pihaknya memberikan waktu hingga tanggal 24 Agustus untuk melakukan perbaikan IPAL tersebut. Jika kemudian teguran dan saran tidak diindahkan, maka bisa saja akan diberikan sanksi paksaan pemerintah atau juga bisa sampai penutupan sementara.

“Jadi kita kita lihat dulu teguran itu bisa maksimal. Kalau masih tidak dilaksanakan maka bisa saja naik jadi sanksi paksaan pemerintah tidak menutup kemungkinan penutupan sementara. Jadi ada tahapannya,” ujarnya. (Lb/Yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here