40 Persen Wanita Di India Bunur Diri

Ilustrasi

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Berdasarkan hasil studi sejumlah penelitik yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Inggris, Lancet pekan ini. Hampir 40 persen wanita di dunia yang melakukan bunuh diri adalah orang India.

Studi itu menekankan bahwa tingginya tingkat bunuh diri di India, menunjukkan tingkat krisis kesehatan masyarakat.

Menurut data tersebut, tingkat perempuan India yang bunuh diri mengalami penurunan sejak tahun 1990. Namun, penurunan itu masih dinilai kurang signifikan bila dibandingkan dengan tempat lain di dunia.

Saat ini, setidaknya India mewakili 36,6 persen dari kematian akibat bunuh diri perempuan secara global.

Dalam laporan yang sama, ditemukan bahwa wanita India yang meninggal karena bunuh diri banyak yang berstatus sudah menikah, serta berusia di bawah 35 tahun.

“Ini menunjukkan gadis-gadis di India berada dalam masalah serius,” kata Poonam Muttreja, direktur eksekutif dari Population Foundation of India, sebuah kelompok kesehatan masyarakat seperti dimuat The Guardian.

Dia dan para spesialis lainnya menyalahkan kecenderungan pada pernikahan dini yang masih marak terjadi di India, terutama pernikahan di bawah usia 15 tahun.

Bukan hanya itu, masalah kekerasan dalam rumah tangga serta gejala budaya yang lebih patriarkal juga menjadi salah satu penyebabnya.

Dalam penelitian yang sama disebutkan, tingkat bunuh diri di kalangan perempuan India tiga kali lebih tinggi dari apa yang mungkin diprediksi untuk negara dengan geografi dan indikator sosial ekonomi yang sama.

“Norma sosial kami sangat regresif,” kata Muttreja.

“Di desa, seorang gadis disebut putri ayahnya, lalu dia adalah istri suaminya, dan ketika dia memiliki seorang putra, dia adalah ibu putranya,” jelasnya.

Muttreja mengatakan penelitian yang dilakukan oleh organisasinya telah menunjukkan bahwa 62 persen wanita yang disurvei percaya bahwa sah bagi suami mereka untuk memukul mereka.

Para peneliti berspekulasi hubungan antara bunuh diri dan perkawinan adalah karena beban ibu muda, status sosial yang rendah yang diberikan kepada istri di beberapa rumah tangga, kurangnya kemandirian finansial dan paparan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

“Kematian bunuh diri yang tidak proporsional tinggi di India adalah krisis kesehatan masyarakat,” begitu bunyi laporan itu. (Lb/Rmol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here