Diduga Menghina Jokowi di Medsos, Oknum ASN Pemprov Banten Akan di Polisikan

Akun milik ASN Pemprov Banten yang diduga menghina Jokowi. Persoalan ini bakal dipolisikan.

Serang, Liputanbanten.co.id – Seluruh organisasi relawan Jokowi-Ma’ruf Amin se Banten, yang tergabung dalam Sekber Relawan Banten Untuk Jokowi-Ma’ruf akan melaporkan salah satu oknum ASN di salah satu instansi Pemerintah Provinsi Banten berinisial RN, dengan tuduhan telah melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Jokowi.

Organisasi relawan Jokowi di Banten tersebut terdiri dari 20 organ yakni, Projo, Bintang 9 Wali, Pospera, Gerak Banten, FJB, Samawi, GRJ, Baraya Jokowi, BMI, Repdem, Kombatan, RMP, Srikandi Jokowi, Posraya, BAJO, Rupawi, Emji, Foreder, Sambel Kejo dan Bravo1.

Diketahui, pada hari Sabtu 13/10 oknum ASN tersebut memposting tulisan didinding FB nya dengan tulisan. “Hahahahan Paingan G*bl*g (Hahahahahah Pantesan G*bl*g-red)” dengan melampirkan berita bergambar Presiden Jokowi dari Media Online Tempo.co tertanggal 29 Juni 2013 yang berjudul “Jadi Capres Tak Perlu IPK 4, Jokowi: IPK saya < 2”.

Koordinator Sekber Relawan Banten Bersama Jokowi-Ma’ruf mengatakan, Postingan akun Facebook milik RN tersebut saat ini kasusnya masih dalam tahap pendalaman dan kajian oleh rekan-rekan Sekber dan Barisan Advokat untuk pemenangan no1 (Bravo 1).

“Kami ingin mengingatkan kembali bahwa Demokrasi memberikan ruang yang luas atas segala macam perbedaan pandangan, tapi jangan sampai demokrasi dimaknai kebebasan yang sebebas-bebasnya, demokrasi itu tetap memiliki batasan-batasan. silahkan kritisi kebijakan pemerintah, silahkan kritisi program pemerintah karena hal itu jelas dilindungi oleh UU, tapi jika sudah melakukan penghinaan tentu ada konsekuensi hukum yang harus dihadapi,” kata Rudi melalui keterangan tertulisnya yang diterima liputanbanten.co.id.

Rudi menegaskan, sebagai relawan Jokowi di Banten, pihaknya akan membawa kasus-kasus penghinaan dan ujaran kebencian terhadap Presiden RI ranah hukum.

“Ini bukan hanya persoalan membela Jokowi tapi juga persoalan menjaga demokrasi itu sendiri agar kualitas demokrasi menjadi lebih baik, menjadi tempat pendidikan politik yang baik untuk rakyat, bukan menjadi ajang caci maki dan wadah tempat sumpah serapah,” tandasnya.

“Hari ini kami bahas kasus tersebut dan melakukan pendalaman apakah nama dimedsosnya sama dengan nama aslinya, bertugas didinas mana dll, sampai besok mungkin sudah beres maka hari selasa sudah kami laporkan kepada pihak yang berwajib,” tegasnya. (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here