Mahasiswa Teknik Lingkungan Unbaja Lakukan Kuliah Lapangan

Mahasiswa Teknik Lingkungan Unbaja Serang tengah menanam mangrouv di laut Karangantu Kota Serang.

Serang, Liputanbanten.co.id – Fakultas teknik lingkungan Unbaja memberikan mata kuliah dengan langsung ke lapangan, salah satunya dengan melakukan kunjungan lapangan ke Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Karangantu, Kota Serang sebagai penunjang mata kuliah ekologi dan pengetahuan lingkungan. Rabu (13/12) kemarin.

Tujuan dari kuliah lapangan ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa tentang ekosistem mangrove dan lingkungan yang ada disekitarnya.

Banten merupakan wilayah yang sangat strategis mengingat letak daerahnya berbatasan dengan ibu kota negara dan juga sebagai jembatan gerbang antara Jawa dan Sumatera.

Dengan luas wilayah 8.800,83 Km2 dan garis pantai 517,42 km, Banten memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang cukup besar.

Potensi sumberdaya perikanan tangkap di Banten saat ini baru dimanfaatkan 117.170 ton/tahun, sedangkan potensi lestari di perairan laut Jawa sebesar 847.500 ton dan samudera Indonesia sebesar 656.000 ton. Sumberdaya laut dan pesisir semakin penting untuk dijaga sehingga menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Menurut Fitri Dwirani selaku Dosen mata kuliah ekologi dan pengetahuan lingkungan yang mendapingi mahasiswa juga menuturkan bahwa “mahasiswa juga mempelajari lingkungan lain yaitu tambak udang yang hidup subur berdampingan dengan Ekosistem Mangrove.” Ujarnya.

Lanjutnya, mahasiswa dapat mengetahui proses penyemaian mangrove sampai tumbuh menjadi dewasa, sebagaimana kita ketahui Ekosistem Mangrove/hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur.

Formasi mangrove merupakan perpaduan antara daratan dan lautan. Mangrove tergantung pada air laut (pasang) dan air tawar sebagai sumber makanannya serta endapan debu (silt) dari erosi daerah hulu sebagai bahan pendukung substratnya. [Lb/rilis]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here