Libur Natal dan Tahun Baru, Balawista Kerahkan 120 Lifeguard dan 20 Posko

Ilustrasi Tahu Baru

Serang, Liputanbanten.co.id – Menghadapi libur natal dan tahun baru 201, Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Bangen mengerahkan sebanyak 120 anggotan, 6 kordinator, 10 relawan dan 20 posko pelayanan.

Ketua umum Balawista Ade Ervin mengungkapkan, dalam menghadapi libur natal dan tahun baru  Balawista Banten sebagai mitra kerja pemerintah bidang keselamatan wisata  menyiagakan 120 personil di empat kota / kabupaten,  kota cilegon, kab serang, Kab pandeglang dan kab lebak.

“120 personil tersebut dibawahi enam kordinator dan akan disebar di 20 posko dikawasan wisata tirta Cilegon, kawasan pantai Anyer sampai Cinangka serang, kawasan wisata pantai Carita hingga Tanjung Lesung Pandeglang dan kawasan Bagedur hingga Sawarna kabupaten Lebak,” kata Ervin, Jumat  (14/12/2018).

Ervin juga mengungkapkan, selain menysagakan 120 anggota, 6 kordinator san 10 relawan, pihaknya juga menyuiagakan dua mobil balawista, empat motor patroli pantai, lima papan penyelamat, dua ruberboat, empat alat selam, dan peralatan ringan lainnya dikawasan posko induk yang berada dicarita.

“Tahun baru kali ini balawista lebih siap dalam melayani keselamatan wisatawan karena kami memiliki tambahan fasilitas sehingga hal tersebut dapat Memudahkan Pelaksanaan Pelayanan Keselamatan dan kami Persilahkan kepada para wisatawan yang hendak berwisata ke banten Kami yakinkan bahwa kawasan Pariwisata Banten aman dikunjungi selama Selama wisatawan mematuhi aturan keselamatan yang ditetapkan.

Selain itu ade menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan siaga wisata pihaknya akan berkordinasi dan bekerjasama dengan para instansi terkait seperti TNI POLRI, Basarnas, BPBD, PMI, pengelola objek wisata dan mitra kerja pariwisata lain yang siap Bahu membahu dalam memberikan pelayanan keselamatan.

Sementara itu humas Balawista Banten, Lulu Jamaludin menjelaskan, pihaknya  mengimbau supaya masyarakat  yang hendak berlibur ke kawasan pantai untuk mentaati peraturan yang diterapkan oleh keamanan pengelola Pantai tersebut.

“Demi keselamagan para pengunjung, penting untuk memperhatikan tanda – tanda di Pantai. Seperti peringatan gelombang tinggi, batas maksimal berenang, diperbolehkan berenang atau tidak, dan peraturan lainnya, ” kata Lulu

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang hendak mengunjungi wisata tirta supaya minta penjelasan kepada pengelola wisata tirta, apakah di lokasi tersebut ada petugas keamanan atau tidak.

“tidak usah rabu,jika kita mau ke lokasi pantai atau tempat wisata air Tanya kepada pengelola apakah ada petugas keamanan penjaga pantai atau tidak. Itu  demi kenyamanan kita berlibur,” tukasnya. (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here