Sidang DKPP, Wahyu Setiawan: Saya dalam Posisi Sulit

Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. @Foto: Ist/Liputanbanten.co.id

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Komisioner KPU Wahyu Setiawan (sudah mundur) akhirnya bicara terkait perkara suap yang menjeratnya jadi tersangka di KPK. Wahyu diduga menerima suap untuk meloloskan caleg PDIP Harun Masiku menjadi anggota DPR.

Wahyu bicara sebagai teradu dalam sidang di Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP) yang digelar di gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/1). Kepada pimpinan DKPP, Bawaslu, dan KPU yang hadir, Wahyu menyebut dia dalam posisi sulit di kasus ini.

“Saya dalam posisi sulit karena orang-orang itu, ada Mbak Tio (Agustiani Tio), ada Mas Saeful, ada Mas Donny, itu kawan-kawan saya. Saya sudah jelaskan saya tidak pernah aktif di organisasi itu (diduga organisasi terkait PDIP),” ucap Wahyu dalam persidangan yang disiarkan live di FB DKPP.

Agustiani Tio adalah penghubung antara pemberi suap dengan Wahyu Setiawan. Saeful adalah penghubung caleg Harun Masiku dengan Agustiani Tio. Sementara Donny juga penghubung dalam kasus ini. Ketiganya kader PDIP, Tio dan Saeful sudah jadi tersangka.”Ibu Tio utusan PDIP,” ucap Wahyu.

Wahyu mengatakan dia paham proses pergantian caleg atau PAW anggota DPR sesuai perundang-undangan, karena itu saat Tio datang kepadanya meminta bantuan, Wahyu menolak.

“Jadi dalam tataran proses administrasi saya paham saya juga terlibat dalam pengambilan keputusan bahwa KPU menolak, itu sudah lama,” tuturnya.

Maksud keputusan KPU adalah permintaan PDIP menggantikan caleg meninggal Nazarudin Kiemas dengan Harun Masiku yang sudah ditolak oleh KPU sebelum pelantikan anggota DPR terpilih.

Saat itu, KPU memutuskan pengganti Nazarudin adalah Riezky Aprilia sebagai pemilik suara terbanyak berikutnya di dapil, tidak bisa Harun Masiku karena dia di urutan keenam.

Namun setelah berbagai penolakan yang disampaikan Wahyu kepada Tio, bahwa Harun tidak bisa menjadi caleg, terjadilah proses suap hinggga dia ditangkap KPK.

Tapi Wahyu enggan bicara lugas soal apakah dia menerima Rp 200 juta dan bakal menerima lagi Rp 400 juta dari Tio. Juga soal apakah suap itu berkaitan permintaan PDIP terkait Harun Masiku.

“Saya khawatir pernyataan saya dapat mempengaruhi proses hukum di KPK, supaya tidak ada salah paham,” tuturnya.

Wahyu lalu meminta maaf atas kasus yang menjeratnya ini.”Dalam hati paling dalam saya mohon maaf pada penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu atas kasus ini,” pungkasnya.(Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here