Tidak Ada Lampu Penerangan, Jalan Palka ‘Padarincang-Cinangka’ Rawan Begal

Ilustrasi Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU)

Serang, Liputanbanten.co.id – Jalan Palima Cinangka (Palka) Merupakan Satu Akses Jalur menuju salah satu daerah Penopang Pariwisata di Wilayah Banten Barat. Jalan palka adalah jalan penghubung antara kecamatan satu dengan kecamatan lainnya  seperti kecamatan Pabuaran, Kecamatan Ciomas, Kecamatan Padarincang Dan Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Sementara itu Jalan Palka sendiri merupakan Program Peningkatan Pembangunan Inprastruktur Jalan di tahun 2017 oleh DPU Provinsi Banten yang telah rampung dibangun.

Namun berbagai masalah kerap terjadi dan tak urung dibenahi oleh pemerintah daerah, seperti masalah bahu jalan yang tidak terpelihara, menjadi tempat pembuangan sampah bagi orang yang tidak bertanggung jawab seperti yang terjadi di Kecamatan Cinangka Desa Rancasanggal Kp. Cikurai dan masih banyak lagi disepanjang jalan Cinangka dan yang terpenting adalah Penerangan Lampu Jalan (PJU) yang tidak merata.

Disepanjang jalan palka memang sebagian telah berdiri kokoh PJU, namun di sepanjang jalan kecamatan Padarincang sampai kecamatan Cinangka masih belum tampak sosok cahaya dari PJU disepanjang jalannya. Terkhusus di sepanjang Desa Rancasanggal lokasinya di Binong tempat pohon besar ratusan tahun berdiri kokoh.

Nhuye salah satu mahasiswi Universitas Negeri yang ada di Banten mengatakan disepanjang jalan tersebut adalah hutan yang cukup mengerikan, jalanan yang mulus dan berbelok-belok begitu rawan terjadi kecelakaan baik tunggal maupun beruntun karena pacu kendaraan yang kencang. Selain itu kerap terjadi pembegalan disekitaran jalan tersebut.

“Sangat rawan namun pemerintah daerah sendiri dinilai abai untuk melakukan perawatan dan pemasangan PJU di sepanjang jalan tersebut,” kata Nhuye saat di wawancara, Minggu (15/04).

Nhuye mengungkapkan sudah dua tahun berlalu rasanya cukup waktu untuk memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan tersebut. Namun kenyataannya jalan-jalan tersebut masih gelap gulita.

“Semua hanya omong kosong yang tidak ada realisasinya. Sementara anggaran terus dikucurkan yang katanya untuk kemaslahatan masyarakat,” ungkap Nhuye.

Sebagai mahasiswa serta pengendara roda dua Nhuye menyanyangkan sikap pemerintah yang acuh dan tak peduli terhadap keselamatan warganya.

“Saya perempuan dan saya aktif bepergian melewati jalan palka sungguh sangat merugikan bagi saya dan warga masyarakat jika terjadi sesuatu hanya karena tidak adanya penerangan disepanjang jalan,” tutupnya [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here