Destinasi Tanjung Lesung Wisata Bahari di Banten Selatan

Salah Satu Pantai Di Kawasan Tanjung Lesung, Pendeglang Banten. (Foto: tanjunglesungvilla.com/dok/net)

Liputanbanten.co.id – Provinsi Banten merupakan salah satu wilayah yang kaya dengan destinasi alamnya, hal ini terbukti dengan banyaknya tempat-tempat wisata yang eksotik. Salah satunya adalah kawasan Tanjung Lesung yang sudah di canangkan pemerintah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Indonesia.

Infrastruktur yang menghubungkan kawasan tersebut mulai di benahi pemerintah, khususnya pemerintah pusat yang telah mencanangkan jalan Tol Serang-Panimbang, sehingga jarak tempuh Serang Tanjung Lesung semakin singkat dengan adanya jalan Tol.

Kawasan wisata Tanjung Lesung merupakan salah satu tujuan wisata yang dimiliki daerah Pandeglang provinsi Banten. Destinasi ini menawarkan sejumlah tempat menarik, seperti kampung wisata Tanjung Lesung, Pantai Bodur, Pulau Liwungan, dan sebagainya.

Kawasan wisata Tanjung Lesung/Net

Ditempuh dengan waktu 4 jam dari ibukota Provinsi Banten, kita dapat menikmati panorama indah. Kawasan wisata Tanjung Lesung merupakan daratan seluas 1.500 Ha yang menjorok ke laut dan memiliki bentuk seperti lesung. Di wilayah ini, terdapat pemandangan indah berupa hamparan pasir putih yang bersih dan alami.

Selain itu, hamparan tebing yang tidak begitu curam di sisi utara tanjung dan laguna berkedalaman sekitar 5 meter turut menambah pesona objek wisata Banten yang satu ini. Pantai di kawasan Tanjung Lesung memiliki ombak yang relatif tenang dan tidak besar.

Banyak cerita tentang Tanjung Lesung, daerah wisata Tanjung Lesung cukup terkenal di kalangan masyarakat Banten. Berdasarkan sejarah, Tanjung Lesung adalah nama sebuah kampung yang dahulu bernama kampung lesung. Nama ini dibuat untuk mengenang keahlian seorang gadis bernama Sri Poh Haci yang pandai bermain lesung dan ngagondang.

Menurut cerita, Sri Poh Haci adalah seorang gadis yang pandai dan menjadi pemimpin gadis di kampungnya saat bermain lesung. Suatu ketika dirinya bertemu dan jatuh cinta dengan seorang pengembara dari pesisir selatan pulau Jawa bernama Raden Budog yang datang mengembara ke kampungnya. Raden Budog jatuh cinta pada kecantikan dan kepiawaian Sri Poh Haci saat bermain lesung.

Setelah keduanya menikah, Raden Budog yang senang mendengarkan alunan irama lesung, sering menonton Sri Poh Haci saat bermain lesung dan lama kelamaan merasa senang memainkan lesung hingga lupa waktu. Raden Budog yang keras kepala terus bermain lesung, termasuk pada hari jum’at yang dianggap waktu keramat dan tidak boleh bermain lesung oleh warga lokal.

Karena melanggar pantangan, Raden Budog berubah menjadi seekor lutung dan Sri Poh Haci yang merasa malu akhirnya pergi dari kampung halamannya. Oleh karena kampung Sri Poh Haci ini terletak di sebuah tanjung, lambat laun masyarakat menyebutnya sebagai Tanjung Lesung. (Red/diolah dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here