Lulusan BLK Tidak Menjamin Langsung Dapat Pekerjaan

Peserta BLK sedang praktek ngeles di Kantor BLK Kota Cilegon, Senin (15/7/2019).@Foto:Ajis/Liputanbanten.co.id

Cilegon, Liputanbanten.co.id – Salah satu program unggulan Kementerian Ketenagakerjaan yakni Balai Latihan Kerja ( BLK) belum mampu memberikan dampak signifikan untuk menekan angka pengangguran di Kota Cilegon.

Pasalnya lulusan BLK pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon ternyata tidak menjamin mendapat pekerjaan. Maka dari itu, para lulusan BLK diharapkan aktif mencari kerja ataupun berwirausaha.

Kasubag BLK Kota Cilegon, Umul Mahtum Walad menyatakan bahwa antusias warga Cilegon cukup tinggi untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang ada di BLK.

“Dari awal tahun 2019 ini, sampai bulan Juli saja sudah ada kira-kira sekitar 300 lamaran. Mayoritas lulusan SMA sederajat yang mendaftar,” kata Umul saat ditemui di kantornya, Senin (15/7/2019).

Lebih lanjut Umul mengatakan, saat ini sarana prasarana yang ada di BLK masih terus diperbaiki terutama fasilitasnya.

“Untuk peralatan sendiri sudah mengupayakan dengan baik. Peralatan sudah cukup memadai, seperti las sudah lengkap. Tinggal wokshop belum memadai, kita minta kedepan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BLK Kota Cilegon Khairiyah mengatakan, 2018 lalu ada 572 orang yang menjadi peserta pelatihan di BLK Cilegon. “Kalau untuk tahun ini sekitar ada 580 peserta yang mengikuti pelatihan di BLK Cilegon,” ujarnya.

Menurut Yayah, meski sudah ada ratusan orang yang menjadi lulusan dari BLK Cilegon. Tidak banyak pula yang bisa bekerja langsung. Sebab, pihaknya hanya bisa mengusulkan magng di perusahaan.

Sementara, untuk bisa direkrut menjadi karyawan di perusahaan, keputusannya ada pihak perusahaan.”Ada beberapa yang sudah magang di perusahaan, tapi yang bisa sampai karyawan tidak banyak,” tuturnya.(Lb/Aa/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here