Duh, Ruang Kelas Rusak Di Kota Serang Capai 66 Persen

Serang, Liputanbanten.co.id – DPRD Kota Serang Fraksi Madani, Iyus Gusmana Sebut 66% ruangan kelas SD dan SMP di Kota Serang rusak pada Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ AMJ) Walikota dan Wakil Walikota Serang masa jabatan 2013-2018 pada Kamis (2/8). Hal tersebut dibantah oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Akhmad Zubaidillah.

Ia berdalih, DPRD Kota Serang dalam menilai hal tersebut secara global, menurutnya, penilai haruslah secara sepesifik agar tidak terjadi kekeliruan.

“Yang bener itu tinggal tinggal 5% lagi pembangunan sarana dan prasarana di Kota Serang, Mungkin mohon maaf, teman-teman di Dewan itu melihat secara keseluruhan, kan sekolah itu ada kriterianya, ada baik, sedang dan ada layak, jangan di generalisasi,” kata Zubaidillah saat ditemui di kantornya, Cipocok, Kota Serang, Rabu (15/8).

“Kalau 66% banyak ruangan kelas yang rusak, tidak ada tempat belajarnya. SMP dari sisi fisik udah bagus semua, kalau SD masih 5 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya pun membantah, bahwa pembangunan saranan prasarana sekolah tingkatan SD dan SMP diwiliyah kerjanya sudah mencapai 95%. “Lima persen lagi itu ruang kelas yang perlu diperbaiki, itu sudah sampaikan ke Dewan, nanti insyallah tahun 2019 selesai,” lanjutnya.

Disinggung soal serapan anggaran yang baru mencapai 2.44 persen atau 9 Milyar yang digunakan untuk rehabilitasi sekolah. Ia beralasan, bahwa lambatnya serapan anggaran dikarenakan faktor lelang yang terhambat.

“Kalau masalah serapan anggaran di tahun 2018 ini memang agak terhambat karena faktor lelang, kita ketahui semuanya ditangan badan pengelolaan barang jasa (BPBJ). Nanti diakhiri tahun progresnya cepat naik,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, banyaknya ruang kelas rusak yang mencapai angka 66 persen dirasa menunjukan tidak tercapainya misi Pemkot Serang periode 2013-2018 ini. Hal tersebut juga terlihat dari anggaran rehab pendidikan yang rendah.

“Dalam catatan ini perlu secara tegas mengulas tentang sejauh mana pencapaian visi misi yang telah disusun Wali Kota Serang untuk satu periode, misal pada aspek misi pembangunan dan peningkatan infrastruktur. Melihat pencapaian target kinerja dinas terkait masih dibawah 50 persen,” jelas Ketua Fraksi Madani, Iyus Gusmana dalam dokumen Pemandangan Fraksi Madani terhadap LKPJ AMJ 2013-2018 Kota Serang, Kamis (2/8).

Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan kinerja yang belum optimal, dimana masih terdapat jalan yang rusak, kemacetan dan permasalahan infrastruktur lainnya.

Capaian kinerja yang di bawah 50 persen juga ternyata terlihat di pelaksanaan urusan desentralisasi, pencapaian target Pemkot Serang, khususnya terkait penyelenggaraan urusan wajib masih di bawah 50 persen. “Kita perlu memberikan catatan mendalam tentang pencapaian target tersebut,” tegasnya

Selanjutnya, disoroti pula terkait capaian kinerja untuk misi Pembangunan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan, dimana hasil data yang ada menunjukkan lebih dari 50 persen uang kelas SD Kota Serang rusak, dan anggaran rehab pendidikan hanya mencapai 2 persen

“Sebagaimana data dari Kementerian Pendidikan, sekitar 66 persen ruang kelas SD di Kota Serang rusak, sedangkan anggaran rehab sendiri hanya mencapai Rp. 9 miliar per tahun, atau hanya 2,44 persen dari Belanja Pendidikan,” ungkapnya. (Lb/Ar).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here