Serangan Turki Tewaskan 560 Tentara Kurdi di Suriah

Milisi Suriah pro-Turki di kota Tel Abyad, Suriah utara.@Foto:Kmp/Liputanbanten.co.id

Liputanbanten.co.id – Hampir sepekan berlangsung, serangan Turki di Suriah telah menewaskan lebih dari 500 orang milisi Kurdi. Walau mendapatkan penentangan dari berbagai negara, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan tidak akan mengendurkan serangan.

Jumlah korban tewas ini disampaikan oleh Erdogan saat berkunjung ke Azerbaijan, Senin (14/10/2019). Dia mengatakan ada 560 milisi Kurdi yang tewas terbunuh, 26 menyerahkan diri, dan 24 terluka.

“Kami akan melanjutkan operasi militer hingga akhir, tanpa menghiraukan ancaman. Pertempuran kami akan berlanjut sampai kemenangan diperoleh,” kata Erdogan.

Serangan Turki ke utara Suriah dilakukan sejak Rabu pekan lalu. Turki mengatakan akan membersihkan wilayah itu dari milisi Kurdi YPG dan SDF yang dianggap teroris.

Turki ingin membentuk zona aman di utara Suriah bagi jutaan pengungsi. Keberadaan milisi Kurdi dianggap sebagai ancaman.

Langkah Turki ini menuai kecaman dari negara-negara Arab dan Barat. Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Turki dan mendesak Erdogan melakukan gencatan senjata.

Kurdi, sementara itu, meminta bantuan tentara rezim Suriah Bashar al-Assad setelah ditinggalkan tentara AS. Sebelumnya, AS menarik tentaranya dari utara Suriah dan membuka jalan bagi serangan Turki.

Dikhawatirkan ini akan jadi perang terbuka antara Turki dan Suriah setelah Assad mengirim pasukan ke utara. Ditambah lagi, selama ini Suriah mendapatkan sokongan dari Rusia untuk menggempur ISIS.

Namun Rusia sejauh ini tidak ikut campur dalam konflik di utara Suriah. Hal ini ditegaskan oleh Erdogan yang mengatakan Rusia tidak akan menghentikan upaya Turki merebut kota Kobani dekat perbatasan.

“Banyak rumor yang muncul saat ini. Namun, melalui kedutaan dan pendekatan positif Rusia di Kobani, sepertinya tidak akan ada masalah,” kata Erdogan.

Hal ini juga ditegaskan oleh pemerintah Rusia bahwa militer mereka tidak akan terlibat kontak fisik dengan pasukan Turki. “Kami bahkan tidak pernah memikirkan skenario itu,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.(Lb/Kmp/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here