Pemkab Berencana Kembangkan Wisata Kuliner di Serang Utara

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat menghadiri acara peringatan Hari Ikan Nasional ketiga Kabupaten Serang di Unit Pelayanan Teknis Terpadu (UPTT) Kelautan Perikanan Pontang, Kamis (15/12/2016). (Foto: Liputanbanten)

Serang, Liputanbanten.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mewacanakan pemanfaatan potensi ikan di wilayah Serang utara sebagai daerah wisata kuliner. Hal itu dilakukan guna mendongkrak wisatawan baik lokal ataupun dari mancanegara.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, bahwa letak geografis Kabupaten Serang‎ sendiri khususnya di wilayah Serang utara memiliki potensi penghasil ikan. Dengan potensi ini pihaknya meminta Dinas Kelautan Perikanan Energi dan Sumber Daya Mineral (DKPESDM) setempat tak hanya melakukan sosialisasi gemar makan ikan terhadap masyarakat, tetapi harus dibuat agenda wisata agar menarik wisatawan.

“Kalau tamu (Wisatawan) datang ke Kabupaten Serang pasti kan dampak langsungnya itu terhadap ekonomi masyarakat sekitar,” kata Tatu saat ditemui usai membuka acara peringatan Hari Ikan Nasional ketiga Kabupaten Serang di Unit Pelayanan Teknis Terpadu (UPTT) Kelautan Perikanan Pontang, Kamis (15/12/2016).

Ia menuturkan, rencana pembangunan daerah wisata kuliner ini sedianya akan mulai digulirkan pada 2017 mendatang. Adapun lokasinya akan dipusatkan di wilayah Kecamatan Pontang. “Kita akan kemas sedemikian rupa, kita akan gabung dengan dinas-dinas lain, karena wisata ikan ini punya daya tarik tersendiri,” tandasnya.

Disamping wacana tersebut, kata dia, para nelayan juga diberikan bantuan berupa asuransi jiwa program dari kementrian untuk 970 nelayan, gedung pertemuan nelayan dengan anggaran Rp11 miliar, 450 sertifikat tanah dari BPN untuk nelayan dan pembudidaya serta pemberian kartu aqua card untuk memudahkan para nelayan untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pakan ikan.

“‎Kita terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para nelayan, karena nelayan itu cenderungnya masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Kepala ‎DKPESDM Kabupaten Serang, Budi Mulyono mengatakan, bahwa ada enam desa yang diproyeksikan menjadi desa maritim, diantaranya Desa Alang-alang, Lontar, Sujung, Tanara dan Pontang. Wilayah ini menurutnya dianggap sangat menunjang minapolitan.

“Kita akan merencanakan desa itu potensi untuk pengembangannya seperti apa? Apakah menjadi desa bahari atau menjadi desa pusat olahan ikan‎ nanti kita sesuaikan dengan potensi desanya. Tapi untuk sementara ini kita sedang membangun infrastruktur seperti jalan penghubung, jalan-jalan desa dan jalan-jalan antar desa. Anggaran dari Kementrian itu ada Rp11 miliar,” imbuhnya. (Lb/Sdk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here