Selamatkan Ekosistem Kita, Laut Tumpuan Hidup

Mahasiswa Teknik Lingkungan Unbaja Serang tengah menanam mangrouv di laut Karangantu Kota Serang.

Serang, Liputanbanten.co.id – Banten merupakan wilayah yang sangat strategis mengingat letak daerahnya berbatasan dengan ibu kota negara dan juga sebagai jembatan gerbang antara Jawa dan Sumatera. Dengan luas wilayah 8.800,83 Km2 dan garis pantai 517,42 km, Banten memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang cukup besar. Potensi sumberdaya perikanan tangkap di Banten saat ini baru dimanfaatkan 117.170 ton/tahun, sedangkan potensi lestari di perairan laut Jawa sebesar 847.500 ton dan samudera Indonesia sebesar 656.000 ton. Sumberdaya laut dan pesisir semakin penting untuk dijaga sehingga menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

Fakultas Teknik Lingkungan Unbaja Serang memberikan mahasiswa dengan kuliah lapangan, salah satunya dengan melakukan kunjungan lapangan ke Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Kota Serang sebagai penunjang mata kuliah ekologi dan pengetahuan lingkungan. Tujuan dari kuliah lapangan ini adalah untuk menambah wawasan  dan pengetahuan mahasiswa tentang ekosistem mangrove dan lingkungan yang ada disekitarnya.

Mahasiswa dapat mengetahui proses penyemaian mangrove sampai tumbuh menjadi dewasa, sebagaimana kita ketahui Ekosistem Mangrove/hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Formasi mangrove merupakan perpaduan antara daratan dan lautan. Mangrove tergantung pada air laut (pasang) dan air tawar sebagai sumber makanannya serta endapan debu (silt) dari erosi daerah hulu sebagai bahan pendukung substratnya.

Mangrove pada umumnya tumbuh di daerah intertidal yang memiliki jenis tanah berlumpur, berlempung atau berpasir. Tergenang oleh air laut secara berkala, dapat setiap hari maupun hanya tergenang pada saat surut purnama, frekuensi genangan ini menentukan komposisi vegetasi hutan mangrove. Selain itu, mangrove juga membutuhkan suplai air tawar dari daratan, dan biasanya hidup baik pada daerah yang cukup terlindung dari gelombang besar dan pasang surut yang kuat. Salinitas yang baik untuk mangrove tumbuh adalah pada salinitas 2-22 per-mil atau sampai asin pada salinitas 38 per-mil.

Fungsi Mangrove antara lain, sebagai peredam gelombang dan badai, pelindung abrasi, penahan lumpur serta penangkap sedimen; penghasil sejumlah besar detritus dari daun dan dahannya; daerah asuhan (nursery ground), daerah pencari makan (feeding ground), daerah pemijahan (spawning ground) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lain; penghasil kayu untuk berbagai macam tujuan; pemasok larva ikan, udang dll.; serta sebagai daerah tujuan wisata alam

Menurut Fitri Dwirani selaku Dosen mata kuliah ekologi dan pengetahuan lingkungan yang mendapingi mahasiswa juga menuturkan bahwa mahasiswa juga mempelajari lingkungan lain yaitu tambak udang yang hidup subur berdampingan dengan Ekosistem Mangrove.

Pada akhir kuliah lapangan dilaksanakan penanaman mangrove sebagai wujud kepedulian  mahasiswa terhadap lingkungan. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan rencana melakukan Perjanjian Kesepakatan Bersama (MoU) antara Universitas Banten Jaya (Unbaja) dan Sekolah Tinggi Perikanan (STP), untuk bersama-sama melaksanakan penelitian, pengabdian masyarakat, magang, inovasi, dan sebagainya. [Lb/Mhs]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here