CSR Perusahaan Untuk Pendidikan Masih Minim

Ilustrasi. (Dok: Net)

Serang, Liputanbanten.co.id – Anggaran corporate sosial responsibility (CSR) dari perusahaan di wilayah di Kabupaten Serang untuk persoalan pendidikan masih sangat minim.

Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diindikkbud) Kabupaten Serang, Aber Nurhadi mengatakan,  dari sekitar 500 perusahaan yang ada di Kabupaten Serang, diperkirakan dibawah 10 persennya CSR yang masuk ke pendidikan.

“Palingan Indah Kiat, Bank Bjb, Pattiro Banten, Yappika-actionaid, PGN dan MMS‎,” kata Aber.

Menurutnya, manfaat CSR tersebut akan sangat terasa jika dimaksimalkan. Sebab kalau hanya mengandalkan anggaran yang ada di Pemkan Serang tentu tidak akan cukup. “Karena dananya dibagi-bagi kalau pemkab,” katanya.

Ia menjelaskan, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menargetkan pada 2020 semua rehab ruang kelas selesai seluruhnya. Pihaknya pun sudah memetakan anggaran mana saja yang akan digunakan untuk menyelesaikan masalah ruang kelas tersebut.

“Sisanya itu ada 724 ruang kelas yang harus selesai. Dananya dari mana saja sudah dipetakan. Tapi kalau ada dari perusahaan itu akan mempercepat juga,” pungkasnya. [Lb/Yna]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here