Nadiem Makarim: Dirasa Belum Aman, Orang Tua Berhak Melarang Anak Sekolah

Ilustrasi. Siswa yang tengah melaksanakan Ujian Nasional. (Foto: Dok/Net)

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Pemerintah telah memutuskan tahun ajaran dan akademik baru 2020/2021 dimulai bulan Juli. Sekolah yang berada di zona hijau diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengatakan, selain harus berada di zona hijau yang penetapannya ada di Gugus Tugas, juga harus mengantongi izin Pemda.

“Pemda harus memberikan izin. Pemda harus setuju. Yang ketiga satuan pendidikan yaitu sekolahnya, harus memenuhi semua check list dari pembelajaran tatap muka,” kata Nadiem dalam keterangannya, Selasa (16/6/2020).

Selain gugus tugas, Pemda dan pihak pengelola sekolah, orang tua murid juga menentukan.

“Orang tua murid pun harus setuju untuk anaknya mereka pergi ke sekolah,” ungkap Nadiem.

Pihak sekolah tidak bisa memaksakan murid kembali belajar di sekolah jika orang tua tidak memberi izin.

“Sekolahnya boleh melakukan pembelajaran tatap muka, tetapi tidak bisa memaksa murid yang orang tuanya tidak memperkenankan untuk pergi ke sekolah karena masih belum merasa aman untuk pergi ke sekolah,” tegas Nadiem.

“Murid masih diperbolehkan belajar dari rumah,” lanjut dia.

Dengan kata lain, keputusan terakhir ada di tangan orang tua peserta didik. Orang tua boleh mengizinkan anaknya kembali ke sekolah, atau tetap belajar di rumah.

“Tetapi masing-masing orang tua masih punya hak, untuk menentukan apakah anaknya diperkenankan untuk pergi ke sekolah. Kalau orang tua tidak nyaman, anak diperbolehkan belajar dari rumah,” ucapnya. (Lb/mdk/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here