Pengamanan Pidato Kenegaraan Jokowi Diperketat

Jelang kedatangan Presiden Jokowi, sebanyak 4 panser dan 2 helikopter disiagakan untuk mengamankan jalannya Sidang Tahunan MPR/DPR. (Liputan6.com)

Jakarta, Liputanbanten.co.id – Jelang kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), empat panser dan dua helikopter disiagakan untuk mengamankan jalannya Sidang Tahunan MPR/DPR serta penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapata dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Dari pantauan media sekitar pukul 06.50 WIB, tak ada penjagaan ketat di kawasan luar kompleks Gedung MPR/DPR sepanjang jalan dari Hotel Mulia hingga pintu gerbang masuk. Hanya beberapa polisi berjaga-jaga untuk mengatur lalu lintas kendaraan untuk masuk menuju gedung.

Memasuki area kompleks MPR/DPR, selain panser dan helikopter, para aparat keamanan juga bersiaga mengamankan jalannya pidato kenegaraan Presiden Jokowi.

Jokowi dijadwalkan membuka agenda penting ini dengan pidato di Sidang Tahunan MPR sekitar pukul 09.00 WIB di Gedung MPR/DPR, Jakarta.

Selanjutnya pukul 10.40 WIB, dalam acara Sidang Bersama DPR dan DPD, Presiden Jokowi akan memberikan pidato kenegaraan setelah pembukaan sidang oleh Ketua DPD RI.

Acara tersebut rencananya akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, seluruh menteri Kabinet Kerja, pemimpin maupun anggota MPR, DPR, dan DPD, gubernur, bupati, wali kota, pelaku usaha, serta tamu undangan lainnya.

Kemudian dilanjutkan dengan pidato Presiden Jokowi dalam rangka penyampaian pengantar atau keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2018 pada pukul 14.00 WIB.

Setelah agenda Presiden tuntas dalam rangka HUT Kemerdekaan RI, agenda berikutnya 16 menteri Kabinet Kerja rencananya akan menggelar konferensi pers terkait Nota Keuangan dan RAPBN 2018 pukul 17.00 WIB di Kantor Pusat Ditjen Pajak.

Menteri tersebut di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, serta menteri ekonomi lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here