Jamal Khashoggi Disuntik Obat Kimia Lalu Dimutilasi

Jamal Khashoggi

Riyadh, Liputanbanten.co.id – Arab Saudi akhirnya buka suara terkait kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Kemarin, Kamis (15/11) Juru Bicara Kejaksaan Agung Shalaan Al Shalaan memaparkan kronologi pembunuhan kolumnis Washington Post tersebut.

Kisahnya bermula dari kedatangan tim Saudi di Turki atas komando Wakil Ketua Badan Intelijen Saudi Ahmed Al Assiri. Pada 2 Oktober lalu, saat Khashoggi tewas, dia tidak berada di Turki.

Shalaan mengakui bahwa Khashoggi tewas setelah disuntik dengan obat kimia dosis tinggi. Setelah itu, tubuhnya dimutilasi.

Potongan-potongan tubuhnya lantas dibawa ke luar gedung konsulat dan diserahkan penduduk lokal. Sejauh ini, identitas penduduk lokal tersebut belum diketahui.

Itu kali pertama Saudi mengakui bahwa jasad Khashoggi dimutilasi. Shalaan menambahkan bahwa mereka tidak tahu di mana jenazah jurnalis kritis itu berada kini.

Pernyataan tersebut seakan menampik tudingan tentang lenyapnya jasad Khashoggi karena larutan asam. Selama ini pemerintah Turki lah yang ngotot bahwa pembunuh Khashoggi menggunakan larutan asam.

Kemarin kejaksaan agung menjerat 5 di antara 11 tersangka dengan hukuman mati. Sayang, Saudi belum mau memaparkan siapa lima orang tersebut.

Selain sebelas tersangka itu, Saudi sedang menginterogasi sepuluh tersangka baru. Sejauh ini, Saudi sudah mengamankan 21 orang yang diduga kuat terlibat pembunuhan keji tersebut.

Saud al-Qahtani, mantan penasihat Kerajaan Saudi, merupakan salah seorang kroni MBS yang menjalani pemeriksaan. Hingga kemarin, namanya masih tercantum dalam daftar cekal. Dia dilarang meninggalkan Saudi sampai pemeriksaan berakhir. (Lb/Jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here