Fakrab Kutuk Agresi Imprealis Amerika dan Sekutunya Terhadap Suriah

Ilustrasi

Lebak, Liputanbanten.co.id – Setidaknya hingga detik ini, hanya ada beberapa negara yang bersikap dengan tegas bahwa serangan Amerika Serikat (AS) ke Suriah yang telah menewaskan puluhan orang itu adalah kejahatan.

Presidium Fakrab Banten Hendayana Musalev mengatakan terlepas motif apapun tapi ketegasan sikap mereka adalah buktinyata keberpihakan pada jalan damai, jalan dialogis.

“Namun ditengah situasi agresi ini ironisnya, justru banyak Negara seperti israel dan negara barat lain yang membenarkan dan mendukung tindakan aggressor tersebut, yang lebih aneh adalah sikap Arab Saudi yang justru meyatakan sikap mendukung serangan Amerika Serikat terhadap Suriah. Sikap senada juga dikeluarkan oleh Turki,” kata Musalev saat di hubungi melalui WhatsApp, Senin (17/04).

Selain itu Musalev pun mengatakan Imperialis Amerika bagaimanapun berwatak aggressor apalagi dibawah pemimpin yang ‘sakit’ semacam Trump.

“Trump yang pada Januari 2017 lalu banyak dikecam karena telah mengeluarkan pernyataan larangan imigran dari beberapa negara, adalah bentuk sikap Rasis paling terbuka yang dikeluarkan oleh seorang kepala Negara. Selanjutnya kita bisa bertanya Bagaimana sikap AS terhadap penjajahan bertahun-tahun oleh israel terhadap Palestina, konflik sektarian di Rohingya, dan beberapa persolan konflik di dunia. Jangan lupakan Irak. Negara yang telah dihancurkan oleh Amerika dengan dalih tuduhan Saddam Hussein menyimpan senjata kimia pemusnah massal, yang ternyata hanya bohong belaka alias hoax, dan sampai saat ini irak rusak dan tak berhenti dari tragedi konflik sektarian,” ujarnya.

“Tuduhan sepihak negara-negara yang mendukung tindakan bar-bar, agresif dan langkah arogan terhadap Negara berdaulat adalah tindakan biadab,” imbuh Musalev.

Musalev menjelaskan Agresor Imprealis Amerika  bersama dengan koalisinya dengan telanjang telah mengabarkan kepada dunia bahwa mereka adalah pengobar perang. Amerika telah melanggar norma-norma internasional, dengan pembenaran dan dalih yang dibuat-buat.

“Dengan dalih penggunaan senjata kimia yang memang belum ada laporan resmi terkait itu. Bahkan Suriah dengan jelas menegaskan bahwa pihaknya tak memiliki senjata kimia jenis apapun, sebagaimana yang diatur oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW). Selanjutnya kami mendesak Pemerintah RI untuk bersikap tegas, sesuai konstitusi, bukan hanya basa basi keprihatinan belaka,” jelas Musalev [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here