Produk Bumdes Kini Bisa Dipasarkan Melalui Onlien

Pandeglang, Liputanbanten.co.id – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Ditjen PDT bersama Pemkab Pandeglang,  Fatayat NU, XL axiata dan Blanja.com menggelar kegiatan Workshop calon pengelola BumDes dalam upaya membangun ekonomi digital masyarakat daerah tertinggal Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak yang diselenggarakan di Hotel s’Rizki, Selasa (17/4).

Direktorat Jenderal PDT Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Samsul Widodo mengatakan pihaknya (Kemendes) menyediakan situs online.

“Untuk promosi dan penjualan produk-produk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) hal tersebut perlu dipandang sebagai penguatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan internet dan teknologi digital di Kabupaten Pandeglang dan Lebak mengingat besarnya potensi sumber daya alam yang harus dikembangkan,” kata Samsul Widodo.

Dalam kesempatan tersebut Irna Narulita mengatakan Kabupaten Pandeglang memiliki potensi yang sangat luar biasa dan merupakan tempat yang sangat strategis untuk para calon pengelola Bumdes.

“Maka dari itu Pemkab Pandeglang sangat mengapresiasi program ini dan berharap program ini mampu mengurangi angka pengangguran dan mendorong masyarakat Pandeglang memiliki keterampilan dalam bidang pengelolaan usaha di bidang ekonomi digital sebagai bekal untuk pengelolaan Bumdes yang lebih maju dan berkembang,” ujar Irna.

Lebih lanjut Irna menyampaikan sebanyak 326 desa sudah memiliki Bumdes, akan tetapi dalam hal ini sistem pemasaran dari bumdes sendiri masih offline, oleh karena itu diera digital dengan perkembangan teknologi yang semakin maju.

“Dapat membantu masyarakat untuk memasarkan produk-produk Bumdes secara online, hal tersebut tentunya dapat mendorong perekonomian masyarakat Pandeglang yang lebih baik lagi,” tukasnya [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here