Sehari Parkir Liar Setor Rp3 Juta Ke Dishub Kota Serang

Karcis parkir yang kini dikeluhkan pengunjung, Jumat (14/6/2019)@Foto:Febry/Liputanbanten.co.id

Serang, Liputanbanten.co.id – Banten Lama yang telah di revitalisasi menjadi Kesultanan Banten, teryata dimanfaatkan moment tersebut oleh oknum Pemerintah. Salah satunya Parkir Liar yang berada di Kesultanan Banten, menjadi perputaran uang ilegal dengan tidak masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang.

Di Kesultanan Banten tersebut, teryata terdapat 20 titik lahan parkir. Dua diantaranya, berada di Kawasan Penunjang Wisata (KPW) dan Terminal Sukadiri.” Semuannya (20 titik parkir-red) setor ke Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan keamanan Kesultanan Banten,” ungkap salah satu tukang parkir yang meminta untuk merahasiakan namannya, Minggu(16/6/2019).

Tidak sampai disitu, Tukang Parkir Kesultanan Banten itupun, menjelaskan, bahwa penghasilan dari 20 titik parkir parkir liar yang ada di Kesultanan Banten di bagi menjadi 3. 20 persen untuk tukang parkir, sambungnya, 30 persen keamanan, dan 50 persen Pemkot Serang.

Lanjutnya, untuk penghasilan dalam sehari bisa mengantongi sebesar Rp 3 juta, dari satu titik parkir liar. “Tetapi, kita pulang kerumah hanya bisa membawa Rp 180 ribu dalam sehari. Karena dibagi lagi untuk keamanan dan Pemkot Serang,” jelas pria asal Kampung Sukajaya, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Ia juga mengaku, untuk tarif parkir yang disiapkan bagi para pengunjung sebagai berikut. Pengendara roda dua dikenakan tarif sebesar Rp5 ribu dan pengendara roda empat (Mobil pribadi) seharga 10 ribu. Lalu untuk mobil wisata atau mobil bus dikenakan tarif senilai Rp 40 ribu sampai Rp50 ribu.

“Lagian juga pengunjung disini tidak ada yang tau, mana pake karcis resmi atau tidak resmi. Orang-orang yang datangkan adalah orang awam, jadinnya tidak tau kelanjutanya. Ini pun parkir Rp5.000 sampai seterusnya di 20 titik lokasi parkir,” katanya.

Sementara itu, Petugas Parkir Lainya, sebut saja Andi. Ia menerangkan, bahwa parkir liar yang dilakukan dirinya dan teman-teman lainya sudah sering dilakukan semenjak Banten Lama belum di revitalisasi. Ia juga mengaku, tidak takut apabila ada razia, karena selalu diberitahu Dishub Kota Serang. Apabila sedang dilakukan razia.

“Adapun razia ya tidak takut, dan terkadang bocor. Pas ada sidak semuannya kabur, dan kendaraan di biarkan begitu aja. Seperti tadi siang aja sidak dari Dishub Kota Serang sudah tidak ada penjagannya. Udah pada kabur semua,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Parkir, Dishub Kota Serang, Ahmad Yani membantah, apabila 20 titik lokasi parkir di Kesultanan Banten nyetor ke Dishub. “Untuk saat ini, kita hanya menerima dan mengurus di KPW dan Terminal Sukadiri. Yang lainya bukan urusan kami,” tegas Yani dengan singkat.

Seperti diketahui, 20 titik lahan parkir yang ada di Banten Lama tersebut di beberapa lokasi. 3 titik parkir berada di Terminal Sukadiri, dan 3 titik lainya berada di KPW. Lalu sisanya berada di dalam Kesulatanan Banten sebanyak 14 titik parkir liar. (Lb/Fs/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here