HMB Desak KPK Tangani Korupsi Genset Yang Menjerat Kadinkes Banten

Ilustrasi. (Foto: Dok/Net)

Serang, Liputanbanten.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten lakukan penahanan terhadap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Sigit Wardojo yang terjerat kasus tindak pidana korupsi pengadaan genset di RSU Banten di Rutan Klas IIB Serang, Kamis (16/8).

Sigit ditahan dengan dua orang lainnya setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan genset di RSU Banten senilai Rp 2,2 miliar.

Dengan adanya kasus tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, Adhia Muzaki emnyoroti hal tersebut, dirinya mewakili mahasiswa Banten merasa khawatir dengan keberlangsungan birokrasi Pemerintahan di Banten.

“Pejabat yang terjerat kasus korupsi ini sudah seharunya dihukum seberat-beratnya, agar adanya efek jera bagi pelaku. Dan juga perlu untuk diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” kata Adhia dalam keterangan tertulisnya Jakarta, Jumat (17/08).

Sebelumnya, aparat penegak hukum membuka boroknya layanan publik terhadap pemerintahan di Banten pada tahun 2017. Selama tahun 2017, baik kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan beberapa kali operasi tangkap tangan (OTT).

Prilaku pejabat korupsi di Banten, bukan satu atau dua kali, sebelumnya kasus besar yang menjerat Gubernur Provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah, di jerat atas dugaan suap terhadap Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar pada tahun 2013 lalu.

Meski begitu, lanjut Adhia, pihaknya meminta kasus ini ditangani oleh KPK dan di usut tuntas. “Kami Mahasiswa Banten mengecam keras persoalan korupsi yang menjerat Kadinkes, serta kami menuntut kepada bapak Gubernur Banten Wahidin Halim, untuk segera mengevaluasi semua kinerja pejabat Pemprov, agar hal ini tidak terulang kembali. Saya kira ini suatu prilaku yang memalukan bagi masyarakat Banten,” tegasnya. (Lb/Ar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here