Demi Memajukan Kota Serang, Diskominfo Lounching Aplikasi Rabeg

Serang, Liputanbanten.co.id – Pemerintahan Kota Serang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang Louncing aplikasi Rabeg di Alun – Alun Barat Kota Serang, Sabtu (17/03) malam.

Sebelumnya, Aplikasi Rabeg (Reaksi Atas Berita Warga) bertujuan untuk memudahkan masyarakat untuk melaporkan keluhan atau saran melalui aplikasi tersebut, baik permasalahan ataupun pendapat yang motifnya untuk memajukan Kota Serang.

Kepala Dinas Komunikasi dan informatika kota serang, Hamsin mengatakan aplikasi ini di luncurkan atas dasar hukum Undang-undang No 11 tahun 2008 tentang Informatika Elektonik dan peraturan Walikota tentang informasi.

“Tujuannya, untuk mengenalkan secara luas tentang aduan masyarakat, aduan ini dapat mengunakan aplikasi berbasis android dengan cara mendownload Aplikasi Rabeg,” ujarnya.

Menurutnya, Aduan tersebut terbagi tiga, ringan, Sedang dan berat. “kalo bersifat ringan tersebut kita bisa selesaikan 1×24 jam, contohnya seperti aduan sampah, akan tetapi kategori ringan dan berat akan kita kaji dulu, dan melaporkan ke OPD yang bersangkutan,” tuturnya.

Ia menambahkan, Aplikasi Rabeg sudah di lakukan percobaan di bulan November tahun 2017.” Selama percobaan tersebut, kami sudah menerima 52 aduan. Dari 52 aduan tersebut, 45 melalui Portal web, 7 dari media sosial sementara dari kotak suara tidak ada aduan, Proses ini salah satu langkah maju untuk memberi kesempatan terhadap masyarakat untuk memajukan kota serang, dan ini patut di syukuri, Sebelumnya Kota  serang sudah memiliki aplikasi PPID, ini untuk aduan publik dan kami sudah melakukannya, sudah  terbentuk 35 kelompok dan terbanyak di bandingkan daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah kota Serang, Tubagus Urip Henus Surawardana menambahkan, melalui aplikasi Rabeg ini diharapkan masyarakat tidak perlu unjuk rasa, akan tetapi jika ada permasalahan dapat mengirim surat atau aplikasi Rabeg dari Handphone berbasis Android.

“Melalui Aplikasi ini saya harapkan aduan masyarakat, termasuk aduan masyarakat yang tidak sekolah. Jangan hanya sampah ataupun pengangguran saja, namun aduan masyarakat yang tidak sekolah ini sangat perlu. Ini demi untuk mencapai kota serang pandai,” paparnya.

Kemudian Ia berharap, dengan adanya Aplikasi tersebut, masyarakat tidak cuek, akan tetapi lebih aktif melaporkan permasalahan yang ada. “Dengan aplikasi ini saya akan protes terhadap masyarakat yang tidak melaporkan ketika melihat ada permasalahan yang harus di benahi,” tutupnya. [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here