Iti Octavia Jayabaya : Kampanye Kotak Kosong, Sistem Demokrasi Tidak Sehat

Serang, Liputanbanten.co.id – Kampanye Kotak Kosong, merupakan sistem demokrasi yang tidak sehat, karena semua orang memiliki hak untuk memilih. Hal itu dikatakan ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Banten, Iti Octavia Jayabaya ketika menghadiri Launching Pendaftaran Bacaleg Partai Demokrat Provinsi Banten di hotel Le-Dian Kota Serang. Sabtu (17/03) malam.

Ketua DPD Partai Demokrat Banten Iti Octavia Jayabaya yang juga merupakan Bakal Calon Bupati Lebak mengatakan semasa menjabat dirinya masih banyak tempat yang belum bisa di kunjungi lantaran urusan kedinasan. Namun saat ini dirinya masih tetap mencoba menjaga silaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Lebak.

“Yah mungkin ketika saya menjabat Bupati banyak yang tidak bisa saya sempatkan untuk berkunjung, karena saya terbentur dengan kegiatan kedinasan semasa masih menjabat kemarin,” katanya.

Lanjut Iti mengungkapkan silaturahmi dengan masyarakat masih berjalan seperti biasa, namun berbeda dengan yang dulu.

“Saya berjalan seperti biasa, aktivitas saya tentunya tetap bersilaturahim dengan masyarakat, cuman bedanya kampanye yang sekarang sangat berbeda dengan yang dulu. Banyak sekali tempat-tempat yang dilarang untuk saya bisa bersilaturahim, salah satunya kan di Lebak ini basis ulamanya cukup luas, dan juga basis pesantren yang cukup banyak pula yaitu sebanyak 1.222 pesantren, serta majelis taklim ada sekitar 2.800,” ujarnya.

Pihaknya pun menilai, soal melawan kotak kosong, hal itu merupakan suatu penghargaan masyarakat Kabupaten Lebak kepada dirinya, dan juga ia berharap bisa memenangkan pemilihan Bupati Lebak pada 2018 dengan target melebihi 73 persen dari pemilu sebelumnya.

“Tapi yah saya yakinlah dengan tadi itu, dengan saya calon sendirian melawan kotak kosong, itu menunjukan bahwa ini penghargaan masyarakat terhadap saya dan pak wakil, semoga hasil partisipasi masyarakat bisa melampaui minimal ataupun sama dengan pemilihan bupati tahun lalu. Kalau dulu saya 73 persen, yah semoga di pemilu 2018 ini bisa melebihi dari yang sebelumnya,” imbuhnya.

Selain itu, Iti juga menilai bahwa orang yang mengkampanyekan Kotak Kosong tidak menghargai Pemerintah dan menyarankan agar masyarakat yang memilih kotak kosong, apabila ingin mendapatkan bantuan, agar meminta bantuan kepada kotak kosong.

“Nah itu silahkan saja. Namun, bagaimana ketika dia tidak memilih, dan mengajak atau mengkampanyekan kotak kosong. Saya sampikan suruh mendata, ketika ada anak-anaknya dari orang yang mengkampanyekan kotak kosong, ingin mendapatkan bantuan bos dan lainnya. Berarti kalau minta bantuan yah ke kotak kosong gitu kan. Itu bagian dari politik, tapi kan kita sudah memilih. Untuk itu kan kita siap menanggung resiko itu, gitu kan,” tutupnya. [Lb/Ram]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here