Batu Mulia Perlu Adanya Standarisasi Harga

Post Image
Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya (Foto : Iqbal)

Serang, liputanbanten.com – Potensi sumber daya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya menyatakan perlu adanya standarisasi mengenai penjualan harga batu mulia. Dalam hal ini batu kalimaya.

Musababnya, selama ini penambang batu mulia hanya bekerja sebagai penambang saja. “Sementara pemilik modal datangnya dari Jakarta,” ungkapnya di Pendopo Lama Gubernur Banten, Serang, Jum’at (17/4).

Iti memberi pandangan proses penambangan batu mulia merupakan pekerjaan yang berat, sehingga dirinya menghimbau kepada pemilik modal untuk segera mendaftakan asuransi bagi pekerja tambang.” Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan dalam proses penambangan,” imbuhnya.

Diketahui, Batu kalimaya asal Kabupaten Lebak, mempunyai keunggulan dibandingkan dari negara lain di dunia. Musababnya, selain warna tidak menghilang, juga sangat mempesona apabila melihat aneka warna, seperti hitam, coklat, kuning, ungu, dan biru dengan warna pelangi.

Kalimaya Banten memiliki jenis warna, di antaranya, kalimaya putih, kristal hijau, kristal pelangi, teh dan kopi, pelangi, serta kristal susu. Semua jenis warna kalimaya memiliki daya tarik tersendiri, juga pancaran warna pelangi dapat berubah-ubah. Itulah kelebihan permata asal Lebak.

AdapunPenghasil batu kalimaya di Kabupaten Lebak tersebar di Kecamatan Maja, Sajira, dan Cimarga karena daerah tersebut terdapat urat tambang kalimaya. (Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here