Lembaga Pemerintah dan BUMN di Banten Diminta Bersihkan dari Pegawai Radikal

Lebak, Liputanbanten.co.id – Sekjen Fakrab M. Yusuf mengatakan pemerintah Provinsi Banten maupun lembaga vertikal yang ada di Banten seperti BUMN untuk bergerak cepat mendeteksi dan menutup semua celah yang dimungkinkan terindikasi ada pegawai sebagai pendukung radikalisme dan terorisme.

“Jika ada pegawai tidak beradab dan bedebah yang mendukung terorisme dan radikalisme harus segera diselesaikan dan dibersihkan,” kata Yusuf saat menghubungi liputanbanten, Jum’at (18/5).

Fakrab menilai bahwa selama ini terduga teroris yang ada di Pekanbaru, Riau serta di Sidoarjo, Jawa Timur bekerja pada salah satu perusahaan BUMN dan juga sebagai ASN di Kementrian Agama Jawa Timur.

“Seorang karyawan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diduga ikut menjadi pemodal dua terduga teroris, di Pekanbaru, Riau. Di Kalimantan Barat, kepolisian menetapkan FSA sebagai tersangka karena membuat status di Facebook terkait peristiwa teror bom yang terjadi di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) yang lalu. FSA merupakan pegawai negeri sipil di Kabupaten Kayong Utara,” ujar Yusuf.

Sementara lanjut Yusuf, di Sidoarjo polisi mengamankan Pegawai Negeri Sipil di kantor wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Hal ini menurut Yusuf tentu membuat cemas dan miris, serta tidak menutup kemungkinan ini pun terjadi di Provinsi Banten.

“Mengingat salah satu penyebab terorisme dan radikalisme tumbuh subur bahwa adanya pendukung untuk mereka alias simpatisan teroris, dan sangat ironis manakala ada pendukungnya justru mereka yang berada di pemerintahan alias pegawai pemerintah,” ungkap Yusuf.

Jika diamati dibeberapa WhatsApp group dan di media sosial, kata Yusuf tidak sedikit pegawai pemerintah yang kecenderungannya justru mendukung terorisme dan radikalisme.

“Situasi ini sangat mengkhawatirkan dan harus secepatnya direspon. Jangan biarkan unsur-unsur radikal masuk, bergentayangan dan bercokol di lembaga pemerintahan di Banten. Pemerintah yang sudah menghabiskan banyak sumber daya untuk menumpas radikalisme dan terorisme akan sia-sia saja jika ternyata di elemen pegawai pemerintah sendiri masih bersemai ide-ide dan gagasan-gagasan terorisme,” lanjutnya.

Untuk itu Fakrab, meminta agar Pemerintah harus segera membersihkan unsur-unsur pendukung radikalisme dan terorisme itu dari birokrasi, Kampus, BUMN, BUMD serta lembaga pemerintah lainnya di Banten agar kejadian dibeberapa wilayah yang pegawainya ternyata ikut mendukung kegiatan terorisme tidak terjadi di Banten.

“Jangan berikan tempat kepada para pegawai pemerintah pendukung radikalisme dan terorisme hidup dan tumbuh di Banten,” tandasnya (Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here