Teknik Lingkungan Unbaja Gali Ilmu Pengelolaan Emas dan Nuklir

Mahasiswa Teknik Lingkungan Unbaja Serang melakukan kunjungan lapangan. (Foto: Humas Unbaja)

Serang, Liputanbanten.co.id – Program Studi Teknik Lingkungan Unbaja melaksanakan kuliah lapangan ke dua tempat berbeda yang terbagi dalam 2 (dua) tim. Tim pertama terdiri dari mahasiswa semester 4 dengan melakukan kuliah lapangan ke UPBE PT.  Antam Pongkor Bogor.

Tim kedua, terdiri dari mahasiswa semester 2 dan 6, dipandu dosen pembimbing Fitriyah dan Frebhika yang melakukan kuliah lapangan di puspitek BATAN Serpong, tepatnya di pusat pengelolaan limbah tenaga nuklir.

Selama di BATAN rombongan mahasiswa disambut oleh Ketua Pusat Layanan Dwi Suparyanto, S.Kom dimana mahasiswa prodi Teknik Lingkungan diberikan kuliah tentang nuklir dan manfaatnya oleh petugas pengelola Batan.

Kemudian mahasiswa melakukan pengamatan ke instalasi pengelolaan limbah, melihat bagaimana proses pengelolaan limbah nuklir ini diproses agar tidak mencemari lingkungan.

Dosen pembimbing Fitriyah mengatakan selama kuliah lapangan mahasiswa terlihat antusias mengikuti pemandu.

“Terlebih lagi karena ini merupakan kali pertama mereka melihat langsung pengelolaan limbah nuklir,” kata Fitriyah, Jumat (18/5).

Sementara itu pengelola Puspitek BATAN Serpong, Listi mengatakan, selama ini masyarakat hanya mengenal nuklir itu dari bahayanya saja. Padahal manfaatnya sangatlah banyak terutama untuk kemaslahatan umat.

Sedangkan tim mahasiswa prodi teknik lingkungan dibimbing oleh Tauny Akbari dan Ade Ariesmayana, yang dalam kunjungannya diterima oleh Agus Setiyono dan Luluk dari Humas UPBE PT Antam Pongkor, Bogor mahasiswa pun diberi kuliah singkat dan diskusi tentang Pemaparan proses pengolahan emas, reklamasi dan konservasi oleh Syaiful Habib dan Lastianto dari Bidang Environment. Kemudian mahasiswa pun melakukan peninjauan lapangan dari jauh di Portal 1 UPBE Antam Pongkor.

Frebhika Sri Puji Pangesti selaku Dekan Fakultas Teknik yang ikut mendampingi mengatakan bahwa kuliah lapangan ini ditujukan untuk memberikan berbagai pengetahuan tambahan kepada mahasiswa Unbaja.

“Sehingga mahasiswa dapat lebih memahami berbagai permasalahan yang timbul dari berbagai aktifitas manusia, sehingga kedepannya mereka dapat menjadi generasi penerus bangsa yang ramah dan peduli terhadap kelestarian lingkungan,” tandasnya (Lb/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here