Rutilahu di Kabupaten Serang Masih Tersisa 6000 Lebih

Ilustrasi

Serang, Liputanbanten.co.id – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyebut sampat saat ini rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kabupaten Serang tersisa sekitar 6000 lebih. Dari jumlah tersebut paling banyak tersebar di wilayah barat.

Tatu menjelaskan, berdasarkan data yang dimilikinya pada tahun 2018‎ jumlah rutilahu mencapai 8.000 lebih. Namun pada tahun 2019 ada sekitar 1.900 yang dibangun.

“Berarti masih 6000 lebih, PRnya (pekerjaan rumahnya) masih banyak. Kalau kita lihat trennya di Pemda Serang kalau 2000 maksimal (yang dibangun pertahun) butuh waktu tiga tahun,” ujarnya kemarin.

Tatu mengungkapkan, bantuan rutilahu ini dibangun dari berbagai sumber, namun yang paling banyak dari APBN, tahun ini‎ saja menganggarkan 950 unit  dan APBD 826 rumah.

“Dari Baznas, dari BJB juga ada, kalau untuk Baznas infak ASN itu dikunci untuk rutilahu. Jadi tinggal memaksimalkan perolehannya saja,” ujarnya.(Lb/Rhn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here